Pasar Asia Terguncang, Teknologi Jadi Sorotan
Bursa saham Asia-Pasifik mengalami tekanan tajam, dengan indeks Korea Selatan dan Jepang anjlok hingga delapan persen, didorong oleh kekhawatiran terhadap suku bunga dan risiko pendanaan proyek kecerdasan buatan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 138x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, menandai sesi yang penuh tekanan bagi investor. Indeks utama di Korea Selatan, KOSPI, anjlok 494,96 poin atau 8,24% ke level 5.513,85, mencatat penurunan terdalam dalam sejarah baru-baru ini. Sementara itu, Nikkei 225 di Jepang turun 3.291 poin atau 4,86% menjadi 64.453,29, menunjukkan tekanan kuat terhadap sektor teknologi dan keuangan.
Indeks pasar Tiongkok juga terdampak, dengan Shenzhen Component mengalami penurunan 2,78% atau 337,136 poin ke posisi 11.773,455, menjadi yang paling dalam di antara indeks utama Tiongkok. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang meluas, terutama menyusul kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman dan risiko likuiditas dalam proyek infrastruktur kecerdasan buatan yang tengah dikembangkan.
Kepala Riset Pepperstone Group, Chris Weston, menekankan bahwa pasar kini fokus pada arus dana ETF berleverage dan ketegangan kredit dalam sektor AI. Saham-saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, seperti Oracle dan CoreWeave, menjadi sasaran penjualan beruntun. Kekhawatiran terhadap jadwal peluncuran saham perdana (IPO) perusahaan AI turut memperburuk tekanan, seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Data indeks harga konsumen (CPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi pemicu awal aksi jual global. Menurut analis JPMorgan, kenaikan suku bunga dalam setahun ke depan kini menjadi lebih mungkin, bahkan bisa terjadi pada pertemuan 28 Oktober. Perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 31,6%, meningkat dari 22,1% sehari sebelumnya, memperkuat antisipasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

