Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasar Asia Terguncang, Teknologi Jadi Sorotan

Bursa saham Asia-Pasifik mengalami tekanan tajam, dengan indeks Korea Selatan dan Jepang anjlok hingga delapan persen, didorong oleh kekhawatiran terhadap suku bunga dan risiko pendanaan proyek kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 138x dibuka
Pasar Asia Terguncang, Teknologi Jadi Sorotan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, menandai sesi yang penuh tekanan bagi investor. Indeks utama di Korea Selatan, KOSPI, anjlok 494,96 poin atau 8,24% ke level 5.513,85, mencatat penurunan terdalam dalam sejarah baru-baru ini. Sementara itu, Nikkei 225 di Jepang turun 3.291 poin atau 4,86% menjadi 64.453,29, menunjukkan tekanan kuat terhadap sektor teknologi dan keuangan.

Indeks pasar Tiongkok juga terdampak, dengan Shenzhen Component mengalami penurunan 2,78% atau 337,136 poin ke posisi 11.773,455, menjadi yang paling dalam di antara indeks utama Tiongkok. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang meluas, terutama menyusul kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman dan risiko likuiditas dalam proyek infrastruktur kecerdasan buatan yang tengah dikembangkan.

Kepala Riset Pepperstone Group, Chris Weston, menekankan bahwa pasar kini fokus pada arus dana ETF berleverage dan ketegangan kredit dalam sektor AI. Saham-saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, seperti Oracle dan CoreWeave, menjadi sasaran penjualan beruntun. Kekhawatiran terhadap jadwal peluncuran saham perdana (IPO) perusahaan AI turut memperburuk tekanan, seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Data indeks harga konsumen (CPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi pemicu awal aksi jual global. Menurut analis JPMorgan, kenaikan suku bunga dalam setahun ke depan kini menjadi lebih mungkin, bahkan bisa terjadi pada pertemuan 28 Oktober. Perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 31,6%, meningkat dari 22,1% sehari sebelumnya, memperkuat antisipasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya