Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?

Penggunaan alumunium foil untuk membungkus paspor elektronik dinilai tidak efektif oleh pakar keamanan digital karena jarak pemindaian RFID sangat terbatas dan data sudah terlindungi enkripsi kuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tren membungkus paspor elektronik dengan kertas alumunium kembali menjadi perbincangan di kalangan pelancong dan komunitas digital. Banyak pengguna media sosial yang mengklaim metode ini mampu menghindari pencurian data melalui gelombang radio, terutama saat berada di tempat ramai seperti bandara atau kereta api. Klaim ini muncul seiring meningkatnya kesadaran akan risiko keamanan digital, terutama terkait penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) pada chip paspor modern.

Namun, lembaga keamanan siber Jerman, Federal Office for Information Security (BSI), menegaskan bahwa perlindungan tambahan seperti pembungkusan alumunium foil tidak diperlukan. Chip RFID pada paspor elektronik hanya dapat dibaca pada jarak sangat dekat—biasanya kurang dari 10 sentimeter—sehingga perangkat pembaca harus berada tepat di dekat dokumen untuk menangkap sinyal. Dengan jarak pemindaian yang begitu terbatas, risiko akses ilegal secara jarak jauh secara teknis hampir tidak mungkin terjadi.

Data yang disimpan di dalam chip paspor, termasuk foto digital, identitas lengkap, ciri fisik, dan dua sidik jari, dilindungi oleh enkripsi tingkat tinggi. Sistem ini dirancang agar tidak dapat dibuka tanpa perangkat khusus yang hanya dimiliki otoritas resmi seperti petugas imigrasi. Di Jerman, bahkan data biometrik yang diambil saat pendaftaran paspor dihapus secara permanen dari sistem pusat setelah dokumen diberikan kepada pemilik, sehingga tidak ada penyimpanan terpusat yang bisa menjadi sasaran serangan siber.

Sebaliknya, praktik membungkus paspor dengan alumunium foil justru berpotensi mengganggu proses pemeriksaan di imigrasi. Karena foil bisa mengganggu sinyal RFID, petugas perlu membuka bungkusan atau memindai dokumen secara manual, yang berakibat pada penundaan proses. Dengan demikian, langkah ini justru menimbulkan hambatan tanpa memberikan perlindungan yang signifikan. Para ahli menyarankan pelancong lebih fokus pada praktik keamanan digital yang sebenarnya, seperti menjaga paspor tetap dalam kantong yang aman, bukan mengandalkan metode yang tidak terbukti efektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya