Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Penggunaan alumunium foil untuk membungkus paspor elektronik dinilai tidak efektif oleh pakar keamanan digital karena jarak pemindaian RFID sangat terbatas dan data sudah terlindungi enkripsi kuat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tren membungkus paspor elektronik dengan kertas alumunium kembali menjadi perbincangan di kalangan pelancong dan komunitas digital. Banyak pengguna media sosial yang mengklaim metode ini mampu menghindari pencurian data melalui gelombang radio, terutama saat berada di tempat ramai seperti bandara atau kereta api. Klaim ini muncul seiring meningkatnya kesadaran akan risiko keamanan digital, terutama terkait penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) pada chip paspor modern.
Namun, lembaga keamanan siber Jerman, Federal Office for Information Security (BSI), menegaskan bahwa perlindungan tambahan seperti pembungkusan alumunium foil tidak diperlukan. Chip RFID pada paspor elektronik hanya dapat dibaca pada jarak sangat dekat—biasanya kurang dari 10 sentimeter—sehingga perangkat pembaca harus berada tepat di dekat dokumen untuk menangkap sinyal. Dengan jarak pemindaian yang begitu terbatas, risiko akses ilegal secara jarak jauh secara teknis hampir tidak mungkin terjadi.
Data yang disimpan di dalam chip paspor, termasuk foto digital, identitas lengkap, ciri fisik, dan dua sidik jari, dilindungi oleh enkripsi tingkat tinggi. Sistem ini dirancang agar tidak dapat dibuka tanpa perangkat khusus yang hanya dimiliki otoritas resmi seperti petugas imigrasi. Di Jerman, bahkan data biometrik yang diambil saat pendaftaran paspor dihapus secara permanen dari sistem pusat setelah dokumen diberikan kepada pemilik, sehingga tidak ada penyimpanan terpusat yang bisa menjadi sasaran serangan siber.
Sebaliknya, praktik membungkus paspor dengan alumunium foil justru berpotensi mengganggu proses pemeriksaan di imigrasi. Karena foil bisa mengganggu sinyal RFID, petugas perlu membuka bungkusan atau memindai dokumen secara manual, yang berakibat pada penundaan proses. Dengan demikian, langkah ini justru menimbulkan hambatan tanpa memberikan perlindungan yang signifikan. Para ahli menyarankan pelancong lebih fokus pada praktik keamanan digital yang sebenarnya, seperti menjaga paspor tetap dalam kantong yang aman, bukan mengandalkan metode yang tidak terbukti efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Pemerintah Australia membentuk satuan tugas untuk menyelidiki akses tidak sah agen AI OpenAI ke empat portal data kesehatan publik, yang terjadi secara tidak disengaja saat pelatihan model.
26 September 2026

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Kapolri menaikkan pangkat 50 perwira tinggi dan empat PNS, termasuk Roycke Harry Langie yang menjadi Komjen.
26 September 2026

Menteri PPPA Tekankan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Sekolah
Pemerintah memastikan pendampingan psikologis dan hukum menyeluruh bagi korban dugaan kekerasan seksual oleh guru di sekolah swasta Tangerang Selatan.
26 September 2026

Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Bersyarat Setelah Terima Remisi 19 Bulan
Terpidana kasus kekerasan seksual Moch Subchi Azal Tsani resmi keluar dari Lapas Kelas I Malang setelah mendapat remisi total 19 bulan dan menjalani pembebasan bersyarat sesuai aturan hukum.
26 September 2026
Berita Lainnya

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Sabtu, 26 September 2026, 17.36 WITA

Influencer Kritis Tewas Dengan Luka Parah di Kano
Sabtu, 26 September 2026, 17.35 WITA

