Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Patung Emas Trump Telanjang Dipamerkan di Parlemen Eropa

Patung emas Donald Trump telanjang dipajang di Strasbourg sebagai kritik satir terhadap kebijakan iklim dan luar negeri mantan presiden AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Patung Emas Trump Telanjang Dipamerkan di Parlemen Eropa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejak Rabu (7/10), sebuah patung berwarna emas berbentuk Donald Trump telanjang menjadi sorotan di kompleks Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis. Karya seni yang diberi nama The Orang Plague ini menggambarkan sosok Trump tanpa pakaian, memegang tongkat golf di satu tangan dan timbangan di tangan lainnya, mencerminkan kritik terhadap dominasi dan kebijakan yang dianggap merusak lingkungan serta politik global.

Di bawah patung tersebut terpampang plakat berisi kutipan yang menyiratkan kekuasaan yang menindas: “Aku sedang duduk di punggung seseorang. Dia tenggelam di bawah beban saya. Aku akan melakukan apa saja untuk membantunya. Kecuali saat turun dari punggungnya – Raja Ketidakadilan.” Kalimat tersebut menjadi inti dari pesan karya seni yang menyerukan refleksi terhadap dampak kebijakan AS terhadap upaya global melawan krisis iklim.

Seniman asal Denmark, Jens Galschiot, menegaskan bahwa karya ini terinspirasi dari dongeng Hans Christian Andersen, The Emperor's New Clothes, sebagai bentuk peringatan terhadap kegagalan sistem untuk mengakui realitas yang tersembunyi. Ia menyatakan bahwa banyak tokoh politik dan organisasi nirlaba enggan menyuarakan kritik terhadap Trump karena takut terhadap konsekuensi seperti deplatforming, pemotongan dana, atau tarif perdagangan. Galschiot menekankan bahwa seni independen tidak terikat oleh tekanan semacam itu.

Kritik ini juga disampaikan oleh Per Clausen, anggota Parlemen Eropa dari sayap kiri Denmark, yang memilih untuk mengundang seniman tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan patung itu adalah bentuk keberanian dalam menyuarakan kebenaran, terlepas dari reaksi yang mungkin timbul. Menurutnya, jika seseorang merasa terlalu sensitif terhadap kritik seni di ruang publik dunia, maka mereka tidak layak berada di panggung global.

Sebelum dipamerkan di Strasbourg, patung tersebut telah tampil dalam aksi protes "Hands Off Greenland" di Kopenhagen dan menjadi bagian dari pameran di COP30, konferensi iklim tingkat tinggi di Belém, Brasil. Kehadirannya di Parlemen Eropa menjadi bagian dari upaya kontinu untuk menggugah kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan dan tanggung jawab global terhadap perubahan iklim.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya