Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PBSI Syukuri Emas Asian Games, Tegaskan Fokus Olimpiade 2028

PBSI merayakan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu di Asian Games 2026 dengan syukur, namun menekankan kerja keras tak berhenti demi target Olimpiade Los Angeles 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PBSI Syukuri Emas Asian Games, Tegaskan Fokus Olimpiade 2028📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Umum PBSI Fadil Imran menegaskan bahwa pencapaian dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dalam ajang Asian Games 2026 menjadi bukti nyata dari proses pembinaan yang konsisten, namun bukan alasan untuk berhenti berjuang. Dalam acara syukuran di Pelatnas Cipayung, ia menyampaikan bahwa rasa bangga harus diimbangi dengan kesadaran bahwa perjalanan menuju prestasi tingkat dunia masih panjang. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan perbaikan strategi, terlepas dari hasil yang diraih.

Fadil mengingatkan para atlet agar tidak cepat jenuh atau puas dengan pencapaian saat ini. Ia menekankan bahwa kejuaraan besar bukan akhir dari perjalanan, melainkan titik awal baru. "Kita boleh bersyukur hari ini, tapi besok harus kembali berlatih. Karena atlet hebat bukan hanya yang pernah menang, tapi yang terus haus untuk menang," ujarnya dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, KONI, sponsor, media, dan masyarakat atas dukungan yang telah diberikan selama ini.

Selain penghargaan kepada atlet peraih medali, PBSI memberikan apresiasi total sebesar Rp4,5 miliar, termasuk bagi pelatih, manajer, dan tim pendukung yang bekerja di belakang layar. Fadil menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil kolaborasi, bukan hanya milik atlet yang tampil di lapangan. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung regenerasi dan konsistensi prestasi jangka panjang.

Wakil Ketua Umum PBSI Taufik Hidayat menambahkan bahwa bonus dan apresiasi akan selalu menyertai pencapaian, namun tidak boleh menjadi tujuan utama. Ia menekankan bahwa tanpa prestasi, tidak akan ada reward. "Jangan sampai Asian Games ini jadi bumerang. Fokus kita tetap Olimpiade 2028," tegasnya. Ia menilai bahwa regenerasi butuh waktu, dan hasil saat ini baru awal dari proses panjang yang harus terus dipertahankan dan diperkuat.

Pencapaian ini juga diharapkan dapat membangkitkan minat generasi muda untuk berkecimpung dalam bulu tangkis, menciptakan semangat dan kebanggaan terhadap olahraga nasional. Fadil menuturkan bahwa harapan besar adalah munculnya generasi yang ingin membela Indonesia seperti para atlet sekarang. "Kita syukuri hari ini, tapi besok sudah bekerja kembali," tegasnya, menegaskan komitmen PBSI untuk tetap bergerak maju tanpa henti.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya