Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelatih Bangladesh Protes Tambahan Waktu Lawan Indonesia

Pelatih Bangladesh Thomas Dooley protes durasi tambahan waktu pertandingan melawan Indonesia, sementara peringkat FIFA Timnas Indonesia naik setelah kemenangan 9-2.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pelatih Bangladesh Protes Tambahan Waktu Lawan Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan antara Timnas Indonesia dan Bangladesh dalam laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi sorotan setelah pelatih timnas Bangladesh, Thomas Dooley, menyampaikan protes terhadap durasi tambahan waktu yang diberikan wasit. Awalnya, layar stadion dan penunjuk waktu oleh wasit keempat, Yusuke Ohashi, menampilkan dua menit tambahan. Namun, wasit utama Nasruollo Kabirov dari Tajikistan kemudian mengubah durasi tersebut menjadi tujuh menit, yang memicu perdebatan karena tidak sesuai dengan tampilan awal. Meski aturan memperbolehkan penambahan waktu, tidak diperbolehkan pengurangan, sehingga keputusan ini menimbulkan kontroversi di kalangan pelatih dan pengamat.

Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh membawa Timnas Indonesia merangkai poin penting dalam peringkat FIFA terbaru. Skuad Garuda naik satu posisi dari peringkat 118 ke 117, dengan total poin mencapai 1.163,15 setelah pertandingan berakhir pada Jumat (2/10). Kenaikan ini terjadi setelah Indonesia mendapatkan tambahan 2,66 poin dari hasil laga tersebut, sementara Sudan turun peringkat karena kalah 1-4 dari Mozambik dalam laga Kualifikasi Piala Afrika 2027, kehilangan 11,08 poin. Hasil ini menunjukkan dampak positif dari performa timnas di ajang internasional terhadap peringkat global.

Di sisi lain, pelatih timnas Vietnam, Kim Sang Sik, menyampaikan keheranan terhadap hasil pertandingan Indonesia versus Bangladesh. Ia menyebut laga tersebut sebagai pertandingan yang tidak wajar, terutama karena selisih gol yang sangat jauh. Dalam sesi tayangan pertandingan, ia menyoroti adanya insiden fisik antar pemain yang menurutnya tidak lazim terjadi dalam konteks sepak bola profesional. Kim Sang Sik menegaskan bahwa kejadian seperti itu tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan terkait keseimbangan kompetitif dalam turnamen.

Kegelisahan terhadap keputusan wasit dan dinamika laga yang tak lazim turut mengundang perbincangan luas di kalangan pengamat sepak bola. Meski tidak ada tindakan resmi dari federasi terkait protes, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting dalam konteks penilaian wasit dan pengelolaan pertandingan tingkat internasional. Sementara itu, kemenangan atas Bangladesh dianggap sebagai momentum positif bagi perjalanan Timnas Indonesia menuju kualifikasi Piala Dunia dan ajang besar lainnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya