Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelatihan Vokasi Terintegrasi Siap Dijalankan di KEK

Kementerian Ketenagakerjaan siap mewujudkan pelatihan vokasi empat bulan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Pelatihan Vokasi Terintegrasi Siap Dijalankan di KEK📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ketenagakerjaan kini mempersiapkan program pelatihan vokasi berdurasi empat bulan yang dirancang secara terintegrasi dengan kebutuhan sektor industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Program ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga siap langsung bekerja sesuai standar perusahaan.

Model pelatihan ini mengusung pendekatan berbasis kebutuhan industri, dimulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja hingga penempatan kerja. Menaker menekankan pentingnya fokus pada kualitas kompetensi, bukan hanya jumlah peserta yang dilatih. Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu berkontribusi secara langsung dalam proses produksi.

Pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap: dua bulan pertama dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), dilanjutkan dua bulan berikutnya di lingkungan KEK. Tahapan ini dirancang untuk memberikan bekal kompetensi dasar sekaligus pengalaman kerja nyata dalam lingkungan industri. Integrasi dilakukan melalui enam tahap, mulai dari identifikasi jabatan hingga proses rekrutmen.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama, melibatkan pengelola KEK, perusahaan, lembaga pelatihan, pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, serta inkubator usaha. Konsep KEK Skills Ecosystem ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara industri, pendidikan, pelatihan, magang, hingga pengembangan UMKM dan startup.

Tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya berjalan secara terpisah, tetapi terhubung erat dengan realitas pasar kerja. Dengan demikian, lulusan pelatihan dapat langsung diintegrasikan ke dalam rantai produksi tanpa perlu pelatihan tambahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya