Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembalap Moto2 Jadi Penjual Jagung Bakar di Lombok

Pembalap Moto2 Tony Arbolino tampil berbeda di Mandalika dengan cosplay penjual jagung bakar, menarik perhatian penggemar dan rekan sesama pembalap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Pembalap Moto2 Jadi Penjual Jagung Bakar di Lombok📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembalap asal Italia, Tony Arbolino, tampil tak biasa menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026 dengan mengenakan kostum penjual jagung bakar di sebuah pantai di Lombok. Aksi unik ini menjadi bagian dari perayaan budaya lokal yang turut diperkenalkan oleh para pembalap selama persiapan balapan. Dalam video yang dibagikan di media sosial, Arbolino terlihat aktif memanggang jagung, bahkan berkesempatan mengendarai gerobak yang digunakan untuk menjualnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif promosi budaya dan kearifan lokal yang selalu menjadi ciri khas penyelenggaraan Pertamina MotoGP Mandalika. Arbolino menyebut produk tersebut sebagai "yang paling laris di Lombok," menunjukkan antusiasme terhadap kuliner khas daerah yang dikenal dengan keindahan alamnya. Ia juga menunjukkan proses memanggang jagung secara langsung, menambah kesan autentik pada penampilannya.

Reaksi dari rekan-rekan sesama pembalap pun tak kalah menarik. Fabio Quartararo, pembalap Yamaha, mengunggah emoji tertawa di kolom komentar, menunjukkan respons positif terhadap kegilaan Arbolino. Sementara itu, Zonta van den Goorbergh dari tim Momoven Idrofoglia menanggapi dengan humor, bertanya apakah ada harga khusus untuknya. Keduanya juga menunjukkan kekaguman terhadap keindahan alam Lombok, dengan Zonta bahkan menghabiskan waktu berselancar sebelum tampil di balapan.

Aksi Arbolino tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya lokal yang menjadi bagian dari pengalaman balapan di Mandalika. Melalui gaya yang santai dan kreatif, pembalap berusia 26 tahun itu berhasil menyatukan olahraga prestasi dengan kearifan lokal, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi penonton dan komunitas balap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya