Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembatasan Pertalite di Bali Berlaku 3 Hari, Ganjil-Genap dan Prioritas Layanan Darurat

Bali menerapkan pembatasan pembelian Pertalite mulai Sabtu hingga Senin, dengan aturan ganjil-genap dan prioritas bagi kendaraan darurat serta truk malam hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
Pembatasan Pertalite di Bali Berlaku 3 Hari, Ganjil-Genap dan Prioritas Layanan Darurat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Bali resmi menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di seluruh wilayah, berlaku mulai Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10). Aturan ini menetapkan batas maksimal pengisian sebesar tiga liter untuk kendaraan roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat. Pembatasan ini dikeluarkan berdasarkan surat resmi dari Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM, sebagai respons atas kenaikan permintaan dan gangguan distribusi.

Pengisian BBM juga diatur berdasarkan sistem ganjil-genap, yang diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Bali. Aturan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan mencegah antrean panjang. Kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran diberi prioritas dalam pengisian. Sementara itu, truk hanya diperbolehkan mengisi BBM pada malam hari untuk menghindari antrean di jam sibuk.

Untuk menjaga kelancaran layanan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan 66 SPBU yang beroperasi 24 jam, terdiri dari 42 titik di Denpasar dan 24 di Kabupaten Badung. Dukungan operasional diperkuat dengan 100 personel TNI Kodam IX/Udayana yang bertugas sebagai operator SPBU pada malam hari, serta pengawalan dari kepolisian Polda Bali untuk memastikan distribusi mobil tangki berjalan lancar.

Upaya pemulihan pasokan BBM dilakukan melalui peningkatan distribusi, perpanjangan jam operasional SPBU strategis, serta penambahan armada dan kesiapan personel. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi terkini mengenai kondisi SPBU dapat diakses melalui akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Kendala awal terjadi akibat gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat. Kerusakan pada jangkar menyebabkan kapal yang seharusnya bersandar Senin (12/10) pukul 06.30 WITA terlambat hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Selain itu, lonjakan konsumsi Pertalite disebabkan selisih harga yang cukup besar di pasar. Sebagai respons, Pertamina mempercepat distribusi dari depo, menambah kapal pengangkut, serta memastikan SPBU memasang pengumuman real-time mengenai stok dan status operasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya