Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemeriksaan Bagasi Tanpa Penumpang Mulai 16 Oktober 2026

Thailand akan menerapkan aturan baru pemeriksaan bagasi tanpa kehadiran penumpang mulai 16 Oktober 2026, dengan prosedur ketat dan pengawasan video.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Pemeriksaan Bagasi Tanpa Penumpang Mulai 16 Oktober 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mulai 16 Oktober 2026, petugas bandara di Thailand diberikan wewenang untuk membuka koper bagasi penumpang tanpa harus menunggu kehadiran pemiliknya. Aturan ini dikeluarkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan keamanan penerbangan. Penerapan kebijakan ini dilakukan secara terbatas dan hanya untuk bagasi yang mencurigakan setelah melewati deteksi sinar-X.

Proses pemeriksaan hanya dilakukan pada barang yang diduga mengandung benda ilegal atau berbahaya yang dapat mengancam keselamatan pesawat. Semua tindakan dilakukan di ruang khusus yang dilengkapi sistem rekaman video secara kontinu. Petugas wajib mencatat bukti fisik dan digital selama pemeriksaan, serta memberikan pemberitahuan resmi kepada penumpang setelah koper dibuka. Tujuan utamanya adalah menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan keamanan.

CAAT menekankan bahwa kebijakan ini telah menjadi praktik standar internasional di sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, serta wilayah Eropa dan Timur Tengah. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan waktu tunggu pemeriksaan dapat diperpendek, sehingga mencegah keterlambatan penerbangan akibat pemanggilan manual penumpang.

Untuk mendukung efektivitas proses, otoritas merekomendasikan penggunaan kunci bagasi standar internasional Travel Sentry Approved (TSA). Kunci jenis ini memungkinkan petugas membuka koper tanpa merusak kunci atau kerusakan pada bagasi. Sejak Februari, pihak berwenang telah melakukan sosialisasi menyeluruh melalui media sosial bandara seperti Suvarnabhumi Airport dan Airports of Thailand, termasuk kampanye edukasi kepada penumpang.

Bagi penumpang yang merasa haknya terlanggar atau ingin mengajukan keluhan, CAAT menyediakan saluran resmi melalui portal daring. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh terhadap perlindungan privasi dan keadilan dalam penerapan kebijakan keamanan penerbangan yang lebih modern dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya