Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemeriksaan TB Gratis di Sekolah Kolaka Dorong Deteksi Dini

Dinas Kesehatan Kolaka gelar pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah sekolah untuk deteksi dini tuberkulosis, menjangkau lebih dari 1.200 siswa sekaligus tingkatkan kesadaran kesehatan pelajar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka kembali meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di tingkat sekolah menengah, dengan fokus utama pada deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB). Kegiatan ini dilakukan di lima sekolah di wilayah Kabupaten Kolaka, mencakup seluruh tingkat pendidikan dari SMP hingga SMA. Tujuan utamanya adalah menemukan kasus TB pada masa remaja sejak dini, sebelum menyebar lebih luas di masyarakat.

Setiap siswa yang mengikuti kegiatan diperiksa melalui skrining awal berupa pemeriksaan gejala, pengukuran suhu tubuh, serta pengisian kuesioner kesehatan. Bagi yang menunjukkan indikasi positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan tes X-ray dan pemeriksaan dahak. Dari total 1.234 siswa yang diperiksa, terdapat 17 kasus mencurigakan yang dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan untuk konfirmasi lebih lanjut. Program ini merupakan bagian dari upaya menyempurnakan strategi pencegahan TB di wilayah endemik.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka menegaskan bahwa pendekatan ke sekolah menjadi langkah efektif karena remaja merupakan kelompok rentan terhadap infeksi TB, terutama di lingkungan padat seperti kelas dan asrama. “Dengan menyasar sekolah, kita bisa menjangkau generasi muda secara masif dan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan pernapasan sejak dini,” ujarnya. Program ini juga dilengkapi edukasi kesehatan oleh tenaga medis yang menjelaskan cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan teratur.

Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dan akan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Kolaka, termasuk daerah terpencil yang sulit dijangkau. Dinas Kesehatan menargetkan 5.000 siswa terjangkau dalam tahun ini, dengan harapan menurunkan angka kasus TB secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Pendekatan proaktif ini diharapkan menjadi model yang dapat ditiru oleh daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya