Pemerintah Dorong Industri Hilir Nikel untuk Serap Produk Setengah Jadi
Pemerintah mempertimbangkan pembatasan smelter baru yang hanya menghasilkan produk setengah jadi, demi mendorong nilai tambah 100% dalam negeri dan menyerap produksi lokal melalui industri hilir.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 59x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mengkaji kebijakan pembatasan pembangunan fasilitas pemurnian dan pemrosesan nikel yang hanya menghasilkan produk setengah jadi, sebagai respons atas surplus pasokan global sebesar 2,5 juta ton. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah mencapai nilai tambah penuh dalam negeri, bukan sekadar ekspor bahan baku olahan. Ia menyatakan bahwa saat ini masih banyak smelter yang menghasilkan produk antara dengan tingkat nilai tambah hanya 50% hingga 60%, yang dinilai belum optimal.
Kondisi oversupply yang terjadi di pasar global menjadi dasar utama pertimbangan kebijakan tersebut. Dengan produksi nikel global yang jauh melampaui konsumsi dunia, pemerintah memilih untuk tidak memperluas kapasitas smelter yang hanya menghasilkan produk intermediate. Sebaliknya, fokus kini dialihkan pada pengembangan industri hilir dalam negeri yang mampu mengolah bahan baku setengah jadi menjadi produk akhir bernilai tinggi. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan ekspor dan memperkuat rantai nilai domestik.
Pada 2025, produksi nikel olahan hasil hilirisasi di Indonesia mencapai 2,5 juta ton, menjadikan negara ini sebagai penyedia utama nikel global dengan pangsa pasar mencapai 60%. Data dari Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menunjukkan bahwa kapasitas produksi nasional mencapai 2,7 juta ton Ni, berasal dari pengolahan melalui jalur pirometalurgi dan hidrometalurgi. Komposisi produksi terdiri dari 2,05 juta ton produk NPI, FeNi, dan Matte, serta 450 ribu ton MHP (nikel sulfat).
Proyeksi produksi pada 2026 diproyeksikan menurun sekitar 3,5% hingga 4% dibandingkan tahun sebelumnya, namun diperkirakan kembali naik signifikan pada 2027. Peningkatan ini akan didorong oleh penyelesaian proyek-proyek hidrometalurgi berbasis HPAL yang akan segera memasuki tahap komisioning dan operasi penuh. Kapasitas produksi MHP diproyeksikan meningkat melebihi 900 ribu ton pada akhir 2027, menjadikan Indonesia pemain dominan dalam pasokan nikel untuk baterai kendaraan listrik.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya menopang ekspor, tetapi juga mendukung transformasi industri dalam negeri. Dengan adanya kenaikan produksi MHP dan pengembangan industri hilir, produk nikel olahan dari smelter dapat dimanfaatkan dalam sektor manufaktur dalam negeri, seperti baterai dan komponen kendaraan listrik. Tujuan akhirnya adalah mengurangi ekspor bahan mentah dan menyerap seluruh produk hasil olahan dalam negeri, sesuai dengan visi hilirisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

