Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel di Weda Bay

Pemerintah resmi meluncurkan 11 proyek hilirisasi nikel di Weda Bay, Maluku Utara, dengan nilai investasi Rp180 triliun, guna tingkatkan nilai tambah dan dorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel di Weda Bay📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memulai tahap komersialisasi dan pembangunan tujuh proyek baru dalam sektor hilirisasi nikel di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah. Peluncuran dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober, dan menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui pengolahan dalam negeri. Kegiatan ini turut disertai pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, menandai transformasi ekonomi dari ekspor bahan mentah menuju produk industri berbasis teknologi tinggi.

Sebanyak empat proyek telah memasuki tahap operasional komersial, mencakup pengolahan mixed hydroxide precipitate (MHP), produksi material baterai nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP), serta pembuatan kapasitor aluminium elektrolitik dan komponen alat berat berbasis listrik. Sementara itu, tujuh proyek lainnya sedang dalam proses pembangunan, fokus pada pengembangan material baterai, industri aluminium, kendaraan berat listrik, dan photovoltaic glass untuk mendukung sektor energi surya. Semua proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri dari hulu hingga hilir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar peningkatan nilai tambah, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat struktur industri nasional, menarik investasi besar, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar keberlanjutan investasi terjamin dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat lokal. Koordinasi yang terpadu antara pengelolaan bahan baku, produksi, dan distribusi menjadi kunci keberhasilan program ini.

Hingga Juni 2025, kawasan IWIP telah menyerap investasi sebesar US$15 miliar dan menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja, termasuk pekerja kontraktor. Dampak ekonomi tersebut berdampak signifikan terhadap pertumbuhan Maluku Utara, yang mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 15,35 persen (yoy) pada triwulan II 2026—tertinggi di seluruh Indonesia. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah dengan kontribusi mencapai 48,93 persen. Pemerintah kini fokus pada diversifikasi produk, penguatan rantai pasok domestik, serta pengembangan industri pendukung untuk memastikan kemandirian dan daya saing jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya