Pemerintah Perkuat Akurasi Bansos Lewat Teknologi Wajah dan Data Terintegrasi
Pemerintah memperbarui sistem verifikasi penerima bantuan sosial dengan integrasi face recognition dan data kepemilikan aset dari Dukcapil, BPN, hingga kepolisian untuk memastikan keakuratan dan keadilan distribusi bantuan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mengembangkan sistem digital berbasis pengenalan wajah untuk memastikan keakuratan penerima bantuan sosial di seluruh wilayah. Teknologi face recognition akan diintegrasikan dengan data kependudukan dari Dukcapil, data kepemilikan tanah dari Kementerian ATR/BPN, serta informasi kendaraan dari kepolisian. Tujuannya adalah memverifikasi secara real-time apakah seseorang layak menerima bantuan berdasarkan kondisi ekonomi dan aset yang dimilikinya.
Dalam penggunaan sistem ini, ketika wajah seseorang difoto, sistem akan langsung menghubungkan data pribadi dengan berbagai institusi terkait. Jika terdeteksi memiliki tanah atau kendaraan, maka kemungkinan besar tidak termasuk dalam kategori penerima bansos. Sebaliknya, masyarakat yang belum tercatat dalam data penerima namun berada dalam kategori miskin berdasarkan data aset akan diprioritaskan.
Hasil uji coba di Banyuwangi menunjukkan tren mencemaskan: sekitar 70 persen penerima bantuan tidak tepat sasaran, sementara hampir separuh dari mereka yang seharusnya menerima bantuan belum mendapatkannya. Untuk memperbaiki hal ini, pemerintah telah meluncurkan pengujian di 43 daerah dan menargetkan perluasan ke lebih dari 200 kabupaten dan kota hingga akhir tahun ini.
Selain untuk bansos, teknologi pengenalan wajah dari Dukcapil telah dimanfaatkan oleh hampir 7.000 instansi pemerintah dan swasta, termasuk dalam proses verifikasi pelanggan di sektor keuangan seperti KYC. Sistem ini juga dimanfaatkan untuk rekonsiliasi data kependudukan dengan data perbankan guna mengidentifikasi warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank, berdasarkan nama dan alamat tanpa perlu sampling.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Qualcomm Perkenalkan Chipset Terbaru untuk Smartphone Premium
Qualcomm meluncurkan dua chipset flagship baru, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan 8 Elite Gen 6, yang menawarkan kinerja tinggi, dukungan AI agentic, dan fitur multimedia canggih untuk perangkat premium.
24 September 2026

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah Indonesia dan Rusia memperdalam pembicaraan tentang kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi digital nasional.
24 September 2026

Status Kepegawaian Manajer Kopdes Diperjelas, Dua Pernyataan Berbeda Muncul
Penjelasan berbeda dari pejabat BUMN mengenai status kepegawaian manajer Kopdes Merah Putih memicu kebingungan, meski semua menyepakati skema PKWT dua tahun dan keterlibatan Agrinas sebagai pelaksana.
24 September 2026

Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Jadi Pegawai BUMN dengan PKWT Dua Tahun
Manajer Koperasi Desa Merah Putih ditetapkan sebagai pegawai BUMN melalui PKWT dua tahun berdasarkan Perpres 82/2026 yang telah ditandatangani.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

