Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Ekspor Produk Bernilai Tambah ke Pasar Global

Pemerintah dorong ekspor produk bernilai tambah ke negara mitra utama, dengan pemetaan potensi kesenjangan ekspor hingga US$60 miliar di Tiongkok, AS, Jepang, dan India.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
Pemerintah Perkuat Ekspor Produk Bernilai Tambah ke Pasar Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperluas basis ekspor melalui peningkatan produk bernilai tambah, khususnya ke pasar utama seperti Republik Rakyat Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan India. Upaya ini dilakukan dengan menyelaraskan kapasitas produksi dalam negeri dengan permintaan spesifik di negara tujuan, sekaligus mengidentifikasi celah ekspor yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan berbasis komoditas dan pasar menjadi fondasi utama dalam memperkuat kinerja perdagangan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Berdasarkan pemetaan terkini hingga 2025, potensi ekspor Indonesia di Tiongkok mencapai US$31 miliar, dominan pada mineral dan logam, produk kimia, mesin, serta bahan baku kayu, kertas, karet, dan plastik. Di Amerika Serikat, celah ekspor tercatat sebesar US$14 miliar, terutama pada sektor kendaraan, elektronik, dan bahan kimia. Jepang membuka peluang ekspor sebesar US$5,5 miliar, terutama untuk produk hasil laut, bahan nabati, dan mineral. Sementara itu, India menunjukkan potensi ekspor sebesar US$10 miliar, terutama dari produk mineral, bahan kimia, dan peralatan elektronik.

Untuk mewujudkan potensi ini, pemerintah fokus pada pengembangan nilai tambah melalui sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan manufaktur. Fokus khusus diberikan pada produk elektronik, teknologi tinggi, dan perangkat telekomunikasi yang memiliki daya saing global. Strategi ini tidak hanya menekankan pada volume ekspor, tetapi juga pada diversifikasi komoditas dan kualitas produk yang sesuai dengan standar pasar internasional.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk mengurai hambatan ekspor, termasuk regulasi, sertifikasi produk, dan tantangan teknis di lapangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa peluang pasar yang masih terbuka dapat segera diwujudkan dalam bentuk ekspor nyata dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis data, pemerintah optimistis dapat meningkatkan nilai ekspor secara agregat sekaligus memperdalam posisi Indonesia di pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya