Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Sektor Energi dan Mineral di Tahun 2026

Menteri ESDM menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kemandirian energi dan optimalisasi sumber daya mineral melalui berbagai program strategis di 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Perkuat Sektor Energi dan Mineral di Tahun 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan tekad pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan secara optimal potensi mineral dalam negeri. Pesan tersebut disampaikan melalui media sosial resmi, menegaskan arahan Presiden untuk menjadikan energi sebagai fondasi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Dengan tagline "Energi Kuat Indonesia Berdaulat", langkah strategis pun mulai dijalankan secara terukur dan terintegrasi.

Pada tahun 2026, Kementerian ESDM menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur energi melalui empat sektor utama. Di sektor minyak dan gas bumi, dana sekitar Rp8,42 triliun dialokasikan untuk pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi, termasuk proyek strategis seperti Pipa Gas Bumi Cisem II, Transmisi Dumai, serta jaringan Cirebon-Bandung dan Semarang-Solo-Yogyakarta. Selain itu, program penyediaan jargas rumah tangga terus diperluas, mencakup lebih dari satu juta sambungan baru dalam periode tiga tahun.

Di bidang ketenagalistrikan, fokus diberikan pada kelistrikan desa dan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Sebanyak 3.054 desa akan mendapatkan infrastruktur listrik baru pada 2026 dengan anggaran utama Rp10,338 triliun. Di sisi lain, 225.000 rumah tangga akan menerima bantuan pasang baru listrik senilai Rp465,92 miliar, sebagai bentuk inklusi energi di wilayah terpencil. Program ini dirancang untuk memperluas cakupan listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Penguatan energi baru terbarukan juga menjadi bagian penting dari rencana strategis. Pemerintah akan membangun 39 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di wilayah potensial. Selain itu, dana Rp30 miliar disiapkan untuk pemetaan potensi energi terbarukan di seluruh provinsi, mendukung perencanaan energi yang berkelanjutan. Sementara itu, Badan Geologi mendapatkan anggaran Rp60,32 miliar untuk pengadaan Kapal Geomarin V guna memperkuat eksplorasi sumber daya mineral bawah laut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya