Pemerintah Tuntaskan Ketergantungan Impor Bensin Lewat Etanol Lokal
Pemerintah siapkan strategi pengurangan impor bensin melalui optimalisasi produksi dalam negeri dan penerapan mandatori etanol E50 mulai 2027, dengan persiapan lahan 2 juta hektare untuk bahan baku.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebutuhan bensin nasional yang mencapai 40 juta kiloliter per tahun masih didominasi impor, menyisakan lebih dari 50 persen dari total konsumsi yang dipenuhi dari luar negeri. Dalam kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya memperkuat produksi energi dalam negeri melalui peningkatan lifting minyak dan pemanfaatan bahan bakar nabati. Saat ini, kapasitas kilang dalam negeri hanya mampu memproduksi 18 hingga 19 juta kiloliter per tahun, sehingga sisa kebutuhan mencapai lebih dari 21 juta kiloliter harus diimpor.
Untuk menekan ketergantungan tersebut, pemerintah mengusung kebijakan wajib campuran etanol dalam bensin secara bertahap, dimulai dari E20 pada 2028, kemudian ditingkatkan hingga E50 pada masa mendatang. Kebijakan ini mengacu pada model sukses penggunaan biodiesel B50 pada solar, yang telah berhasil menghilangkan impor solar nasional. Bahan baku etanol akan berasal dari tanaman lokal seperti tebu, singkong, dan jagung, yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan wilayah pedesaan.
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh untuk mewujudkan produksi etanol dalam negeri. Dalam rapat tersebut, Menteri Pertanian diminta menyiapkan rencana alokasi lahan seluas 2 juta hektare, tersebar di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Jawa. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk mengembangkan industri pengolahan etanol, khususnya dari tebu yang dianggap paling potensial. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kawasan ekonomi baru serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Penerapan etanol E50 diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia dan ketidakstabilan geopolitik. Dengan harga minyak mentah yang tinggi saat ini, etanol sebagai energi alternatif menawarkan harga yang lebih terjangkau dan stabil. Pengalaman negara seperti Brasil yang telah menerapkan campuran E100 dan Amerika Serikat menjadi referensi utama dalam merancang kebijakan ini. Pemerintah optimistis, dengan pendekatan terintegrasi antara pertanian, industri, dan energi, target bebas impor bensin dapat dicapai dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penghargaan Energi Subroto 2026 Dibuka untuk Kandidat Inovatif dan Berdampak
Kementerian ESDM kembali menggelar Penghargaan Energi Subroto 2026 sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi nyata di sektor energi dan mineral melalui lima kelompok kategori berbasis dampak dan keberlanjutan.
12 Oktober 2026
Pemkab Bombana Evaluasi Rencana Tambang Emas 191 Hektare
Pemerintah Kabupaten Bombana meninjau ulang rencana pengembangan tambang emas seluas 191 hektare untuk memastikan kesesuaian dengan kebijakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
11 Oktober 2026

Festival Literaia 2026 Dorong Hilirisasi Karya Tulis Jadi Produk Kreatif
Festival Literaia 2026 di Museum Nasional Jakarta menjadi ajang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem literasi dan mengembangkan karya tulis menjadi produk kreatif berbasis ekonomi kreatif.
11 Oktober 2026

Weda Bay Resmi Operasikan Pabrik Baterai untuk Ekspor
Proyek hilirisasi nikel di Weda Bay, Halmahera Tengah, mulai beroperasi komersial dengan fokus produksi baterai kendaraan listrik dan komponen energi terbarukan, menandai pencapaian penting dalam transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Cook Kunjungi China, Tekankan Komitmen Rantai Pasok dan Inovasi
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.33 WITA

Nadella Soroti Kebutuhan Rem Darurat untuk AI Canggih
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Wilayah Sulawesi Tenggara Waspadai Kekeringan Akhir Oktober
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Sistem Cerdas Pantau Transaksi CPO, Pajak Tak Lagi Terlewat
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Pemerintah Rancang Peta Bahan Baku Bioetanol Nasional
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Buruh Siap Gelar Aksi Serentak Dorong Kenaikan Upah 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

