Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemkab Buton Utara Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Tanam Padi

Pemerintah Kabupaten Buton Utara meluncurkan program tanam padi serentak di 12 desa untuk tingkatkan produksi pangan dan capai swasembada beras tahun 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pemkab Buton Utara Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Tanam Padi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Buton Utara secara resmi meluncurkan program tanam padi serentak di 12 desa di wilayah terdampak keterbatasan akses pangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan swasembada beras di daerah tersebut sebelum batas akhir tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan benih unggul, pupuk, dan alat pertanian secara gratis bagi petani yang terlibat.

Kegiatan dimulai pada awal bulan ini dan melibatkan lebih dari 1.200 petani, dengan total luas lahan yang ditanami mencapai 180 hektar. Pemerintah menargetkan produktivitas rata-rata 6 ton per hektar, yang jika tercapai akan menghasilkan 1.080 ton beras dari lahan tersebut. Hasil panen pertama diharapkan tiba pada bulan Desember 2025, sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara menyatakan bahwa program ini bukan sekadar upaya peningkatan produksi, tetapi juga bagian dari transformasi sistem pertanian lokal. “Kami ingin petani tidak hanya menanam, tetapi juga memahami manajemen tanam, pascapanen, dan pemasaran. Dengan demikian, kesejahteraan mereka bisa naik secara berkelanjutan,” ujar dia dalam sambutannya di lokasi tanam.

Program ini juga didukung oleh kerja sama dengan dinas terkait dan lembaga penyuluhan pertanian. Evaluasi rutin akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan pelaksanaan sesuai rencana dan menyesuaikan langkah jika terjadi hambatan. Tujuan utamanya tetap pada penguatan ketahanan pangan daerah serta pengurangan ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya