Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penangkapan Warga Inggris-Iran Diduga Kaitan dengan Insiden Teror di RAF Fairford

Polisi Inggris menangkap pria 27 tahun berkebangsaan ganda Inggris-Iran dalam penyelidikan dugaan terorisme di dekat pangkalan RAF Fairford, dengan fokus pada kemungkinan keterlibatan negara asing.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penangkapan Warga Inggris-Iran Diduga Kaitan dengan Insiden Teror di RAF Fairford📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Petugas keamanan Inggris mengamankan seorang pria berusia 27 tahun yang memiliki kewarganegaraan ganda, Inggris dan Iran, dalam operasi penyelidikan terhadap insiden dugaan terorisme di dekat pangkalan udara RAF Fairford, Gloucestershire. Penangkapan dilakukan di wilayah Westminster dan didasarkan pada Pasal 5 Undang-Undang Terorisme 2006. Saat ini, pria tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung.

Seorang pria lain, berusia 26 tahun dan warga Inggris, juga diperiksa sebagai bagian dari upaya penyelidikan yang melibatkan tim khusus kepolisian kontra terorisme. Kepala tim investigasi nasional, Vicki Evans, menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kejadian pada Minggu (27/9) masih dalam tahap kompleks, dengan fokus pada berbagai jalur kemungkinan yang sedang dieksplorasi. Ia menyebut bahwa kemungkinan keterlibatan negara asing tetap menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan secara serius.

Peristiwa tersebut terjadi setelah sebelumnya muncul pernyataan dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menyatakan adanya "indikasi kuat" keterlibatan Iran dalam dugaan plot terorisme di area tersebut. Insiden sebelumnya melibatkan penangkapan lima orang karena diduga melanggar undang-undang bahan peledak saat melakukan aktivitas mencurigakan di dekat fasilitas militer.

RAF Fairford, yang berlokasi di Gloucestershire, telah menjadi basis strategis bagi pasukan Amerika Serikat dan NATO selama bertahun-tahun. Sejak Maret, pangkalan ini dimanfaatkan oleh Washington untuk melancarkan serangan terhadap instalasi rudal Iran di wilayah Selat Hormuz, yang menimbulkan ketegangan regional. Penangkapan ini menyoroti kembali kekhawatiran akan potensi ancaman terorisme yang terkait dengan konflik geopolitik di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya