Pendapatan UMKM dan Ojol Anjlok Akibat Kabut Asap Berkepanjangan
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan penurunan drastis pendapatan pedagang mikro dan pengemudi ojek online di Sumatra dan Kalimantan, sementara kesehatan dan beban hidup terus memburuk.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kabut asap yang melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan sejak awal tahun telah menimbulkan dampak ganda bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak pedagang kecil dan pengemudi ojek online yang harus tetap bekerja meski mengalami gejala kesehatan akibat paparan udara tercemar. Di Pekanbaru, seorang pengemudi berusia 63 tahun melaporkan penurunan pendapatan hingga lebih dari 60 persen, dari Rp200.000 per hari menjadi hanya Rp75.000, akibat jumlah penumpang yang menurun drastis karena warga enggan keluar rumah.
Di Banjarmasin, seorang perempuan berusia 34 tahun yang bekerja sebagai pengemudi ojek online mengungkapkan bahwa pendapatannya kini hanya mencapai puluhan ribu rupiah per hari, bahkan sempat tidak mendapatkan pesanan sama sekali selama beberapa hari. Dalam kondisi normal, ia mampu mengantongi Rp150.000 hingga Rp200.000, tetapi kini hasilnya hanya cukup untuk biaya bensin dan kebutuhan dasar keluarga. Kondisi ini diperparah dengan jarak pandang yang terbatas dan bau asap yang menyengat saat berkendara.
Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat lebih dari 10.000 warga mengalami gangguan kesehatan akibat asap sejak 24 Agustus hingga 7 Oktober 2026, termasuk sesak napas, sakit kepala, dan iritasi saluran pernapasan. Banyak dari mereka, termasuk keluarga pengemudi ojol, mengalami gejala semakin parah meski sudah menggunakan masker. Bahkan istri salah satu pengemudi di Pekanbaru kini lebih memilih tinggal di dalam ruangan karena mudah mengalami sesak napas saat terpapar udara luar.
Riset dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai Rp29,54 triliun selama periode Januari–Agustus 2026. Angka ini mencakup kerugian dari aktivitas perdagangan, pertanian, jasa, serta peningkatan biaya kesehatan. Analis dari Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI) menekankan bahwa dampak karhutla tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi sektor informal yang menjadi penopang hidup masyarakat kecil.
Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah menyeluruh yang tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga menyertakan bantuan kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan ekonomi bagi kelompok rentan. Banyak warga yang berharap pemerintah segera merespons dengan solusi konkret, bukan hanya retorika, karena kondisi saat ini sudah mengancam keberlangsungan hidup mereka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI
Adhi Karya bakal melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo senilai Rp1,765 triliun kepada SMI, sambil mengalihkan sisa dana rights issue untuk modal kerja.
11 Oktober 2026

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
BRI berhasil mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia dengan nilai mencapai USD6,9 miliar, didukung konsistensi layanan dan komitmen keberlanjutan.
11 Oktober 2026

SBR015 Hadir dengan Dua Pilihan Tenor, BRI Perluas Akses Investasi Nasabah
BRI memfasilitasi pemesanan Savings Bond Ritel seri SBR015 dengan dua jangka waktu dan kupon menarik, mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp10 miliar.
11 Oktober 2026

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Berharga di Indonesia 2026
BRI berhasil mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia menurut Brand Finance 2026 dengan nilai mencapai US$6,9 miliar, didukung oleh jaringan luas dan komitmen keberlanjutan.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kapolres Bogor Koordinasi Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

ECRL Malaysia Siap Beroperasi Tahun Depan, Rute Panjang 665 Kilometer
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

MRT Timur-Barat Lewati Kwitang, Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Ketiga
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Universitas Pertama IKN Resmi Beroperasi dengan 48 Mahasiswa
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Hakim Agung RI: IKN Tak Mangkrak, Progres Konsisten di Kawasan Yudikatif
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Singapura Batalkan Penyitaan Dana, Tapi Pertahankan Sebagian untuk Kasus Korupsi Sawit
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Percepat Pengembangan Kelapa Nasional 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.53 WITA

Tiran Nusantara Grup dan Conch Tanda Tangani Kerja Sama Rp10 Triliun
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.51 WITA

