Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penemuan Harta Emas 16 Kg di Sawah Klaten Bikin Heboh

Petani asal Klaten menemukan harta karun emas seberat 16 kg saat menggali irigasi, mengungkap kekayaan budaya Jawa kuno yang terpendam selama berabad-abad.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
Penemuan Harta Emas 16 Kg di Sawah Klaten Bikin Heboh📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Oktober 1990, Cipto Suwarno, seorang petani dari Desa Wonoboyo, Klaten, justru menemukan warisan sejarah berharga saat menggali tanah untuk memperbaiki saluran irigasi sawahnya. Dengan kedalaman sekitar 2,5 meter, cangkulnya menemui hambatan yang tak biasa, lalu mengungkap guci keramik yang berisi benda-benda emas murni. Awalnya, ia mengira benda itu hanya batu biasa, namun setelah dibersihkan, terungkaplah koleksi perhiasan dan peralatan emas yang menakjubkan.

Ketika menyadari benda-benda tersebut terbuat dari emas, Cipto langsung berteriak kaget dan histeris. Kejadian itu segera menarik perhatian warga sekitar, yang kemudian turut serta dalam penggalian bersama, disaksikan oleh pejabat desa. Hasilnya, ditemukan berbagai artefak berbahan emas dengan total berat mencapai 16 kilogram. Barang-barang tersebut meliputi bokor gembung, tutup bokor, gayung, baki, gelang, mangkuk, pipa rokok, guci besar dan kecil, cincin, piring, subang, tas tangan, keris, manik-manik, serta uang logam.

Temuan ini kemudian dikenal sebagai Harta Karun Wonoboyo, salah satu penemuan arkeologi emas terbesar dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan ciri khas bentuk dan hiasan, para ahli memperkirakan benda-benda itu berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno, antara abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10. Salah satu mangkuk emas menampilkan relief kisah Ramayana, sementara koin emas mengandung inskripsi "Saragi Diah Bunga", menunjukkan keterkaitan dengan kebudayaan dan keagamaan masa itu.

Temuan ini mengungkap kebiasaan masyarakat Jawa kuno yang gemar menggunakan emas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai simbol status maupun alat transaksi. Emas tidak hanya digunakan oleh para bangsawan untuk perabot istana dan perhiasan, tetapi juga dalam perdagangan besar, seperti jual beli tanah. Meski Jawa tidak memiliki tambang emas, masyarakat kuno mengimpor logam mulia dari Sumatra—yang dikenal sebagai Swarnadwipa—dan India.

Seiring runtuhnya kerajaan dan datangnya era kolonial, benda-benda mewah itu terkubur, menjadi harta karun yang terpendam selama ratusan tahun. Kini, penemuan Cipto Suwarno menjadi bukti nyata tentang kemegahan dan kekayaan budaya Nusantara yang sebelumnya hanya dikenal dari naskah dan cerita lisan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya