Penemuan Harta Emas 16 Kg di Sawah Klaten Bikin Heboh
Petani asal Klaten menemukan harta karun emas seberat 16 kg saat menggali irigasi, mengungkap kekayaan budaya Jawa kuno yang terpendam selama berabad-abad.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada Oktober 1990, Cipto Suwarno, seorang petani dari Desa Wonoboyo, Klaten, justru menemukan warisan sejarah berharga saat menggali tanah untuk memperbaiki saluran irigasi sawahnya. Dengan kedalaman sekitar 2,5 meter, cangkulnya menemui hambatan yang tak biasa, lalu mengungkap guci keramik yang berisi benda-benda emas murni. Awalnya, ia mengira benda itu hanya batu biasa, namun setelah dibersihkan, terungkaplah koleksi perhiasan dan peralatan emas yang menakjubkan.
Ketika menyadari benda-benda tersebut terbuat dari emas, Cipto langsung berteriak kaget dan histeris. Kejadian itu segera menarik perhatian warga sekitar, yang kemudian turut serta dalam penggalian bersama, disaksikan oleh pejabat desa. Hasilnya, ditemukan berbagai artefak berbahan emas dengan total berat mencapai 16 kilogram. Barang-barang tersebut meliputi bokor gembung, tutup bokor, gayung, baki, gelang, mangkuk, pipa rokok, guci besar dan kecil, cincin, piring, subang, tas tangan, keris, manik-manik, serta uang logam.
Temuan ini kemudian dikenal sebagai Harta Karun Wonoboyo, salah satu penemuan arkeologi emas terbesar dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan ciri khas bentuk dan hiasan, para ahli memperkirakan benda-benda itu berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno, antara abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10. Salah satu mangkuk emas menampilkan relief kisah Ramayana, sementara koin emas mengandung inskripsi "Saragi Diah Bunga", menunjukkan keterkaitan dengan kebudayaan dan keagamaan masa itu.
Temuan ini mengungkap kebiasaan masyarakat Jawa kuno yang gemar menggunakan emas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai simbol status maupun alat transaksi. Emas tidak hanya digunakan oleh para bangsawan untuk perabot istana dan perhiasan, tetapi juga dalam perdagangan besar, seperti jual beli tanah. Meski Jawa tidak memiliki tambang emas, masyarakat kuno mengimpor logam mulia dari Sumatra—yang dikenal sebagai Swarnadwipa—dan India.
Seiring runtuhnya kerajaan dan datangnya era kolonial, benda-benda mewah itu terkubur, menjadi harta karun yang terpendam selama ratusan tahun. Kini, penemuan Cipto Suwarno menjadi bukti nyata tentang kemegahan dan kekayaan budaya Nusantara yang sebelumnya hanya dikenal dari naskah dan cerita lisan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

