Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penguatan Ekonomi Melalui Jalur Anyer-Panarukan 3R

Program Anyer-Panarukan 3R dirancang untuk memperkuat UMKM, wisata, dan ekonomi lokal di sepanjang jalur nasional melalui pendekatan jalan, rute, dan akar budaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penguatan Ekonomi Melalui Jalur Anyer-Panarukan 3R📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan bahwa inisiatif Anyer-Panarukan 3R—dengan konsep Road, Route, dan Roots—berupaya membangkitkan perekonomian lokal di sepanjang jalan raya yang menghubungkan wilayah pesisir Banten hingga Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa jalan tersebut bukan sekadar akses transportasi, melainkan ruang vital bagi tumbuhnya usaha mikro, kuliner, dan destinasi wisata berbasis sejarah serta religi.

Dalam kesempatan diskusi usai peluncuran program, Ratu menekankan pentingnya menjadikan Jalan Raya Pos sebagai poros ekonomi yang dinamis. Dengan memanfaatkan potensi lokal, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Ia menilai bahwa keterhubungan antara transportasi dan aktivitas ekonomi harus diperkuat agar tidak tertinggal di tengah kemajuan infrastruktur modern.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mendukung pendekatan tersebut dengan menyoroti peran strategis jalur Anyer-Panarukan sebagai penopang kehidupan ekonomi masyarakat sepanjang perjalanan. Ia menekankan bahwa banyak pedagang dan pelaku usaha yang bergantung pada arus lalu lintas di jalur ini, termasuk di kawasan Situbondo yang menjadi pintu masuk utama menuju Bali.

Rio menyadari bahwa keberadaan Tol Trans Jawa membawa persaingan baru, namun tetap yakin bahwa jalur darat ini akan tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna jalan. Oleh sebab itu, ia menekankan perlunya upaya bersama—dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat—untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalan tetap berkelanjutan dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya