Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peningkatan Kesadaran Anti-Fraud di Sulawesi Tenggara

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi gelar kegiatan kesadaran fraud dengan fokus pada penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan mitigasi risiko.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Peningkatan Kesadaran Anti-Fraud di Sulawesi Tenggara📷 ZonaSultra

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyelenggarakan acara Fraud Awareness Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja. Kegiatan yang diselenggarakan di Makassar ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap modus operandi kecurangan, indikasi bahaya, serta celah yang kerap dimanfaatkan dalam praktik bisnis. Acara ini menjadi ruang dialog lintas fungsi untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam mencegah potensi penyimpangan.

Dalam forum tersebut, para narasumber dari internal audit dan manajemen perusahaan memaparkan berbagai skenario fraud yang pernah terjadi, termasuk pola-pola yang sering muncul dalam proses operasional. Mereka menekankan bahwa deteksi dini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap red flags seperti ketidaksesuaian dokumen, perubahan prosedur tanpa dokumentasi, atau keberadaan pembiayaan tanpa dasar kuat. Pemahaman ini diharapkan mendorong karyawan untuk lebih proaktif dalam melaporkan ketidaksesuaian.

Komitmen manajemen terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) ditegaskan melalui penandatanganan perjanjian anti-fraud oleh seluruh tim manajemen regional. Tindakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pernyataan nyata bahwa integritas harus menjadi fondasi setiap keputusan bisnis. Penandatanganan tersebut menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menegaskan bahwa pencegahan fraud adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya domain fungsi tertentu. Ia menekankan perlunya kesadaran individu dalam mengenali risiko, memahami aturan, serta berani bertindak sesuai prosedur. Menurutnya, budaya anti-fraud harus tumbuh dari kesadaran pribadi dan diperkuat melalui keteladanan pimpinan.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik curang dan mendukung prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dengan membangun kesadaran kolektif dan meningkatkan kapasitas pengenalan risiko, perusahaan berharap dapat mencegah potensi kerugian operasional dan menjaga reputasi secara berkelanjutan. Semua elemen, mulai dari karyawan hingga manajemen, diminta turut berkontribusi dalam menjaga integritas sistem bisnis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya