Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peningkatan Konsumsi Subsidi Jadi Bukti Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Peningkatan permintaan BBM bersubsidi, LPG 3 kg, listrik, pupuk, dan KUR mencerminkan masyarakat tetap produktif, sekaligus menunjukkan efektivitas pengelolaan APBN dalam mendukung ekonomi dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Peningkatan Konsumsi Subsidi Jadi Bukti Aktivitas Ekonomi Masyarakat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan permintaan terhadap sejumlah barang bersubsidi menjadi indikator nyata bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan secara signifikan. Data hingga September 2026 menunjukkan kenaikan konsumsi BBM bersubsidi sebesar 9,1 persen, LPG 3 kg naik 2,2 persen, dan pelanggan listrik bertambah 2,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, realisasi volume pupuk meningkat 15,7 persen, sementara penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh 7,9 persen, menunjukkan dinamika ekonomi yang terus bergerak.

Kenaikan tersebut, menurut pemerintah, bukan sekadar indikator konsumsi, melainkan refleksi dari produktivitas yang terus berlangsung di berbagai sektor. Penggunaan BBM, misalnya, tidak terjadi secara acak, melainkan karena masyarakat masih melakukan mobilitas dan aktivitas produksi. Hal serupa juga terlihat dari peningkatan penggunaan LPG, listrik, pupuk, dan KUR, yang semuanya terkait langsung dengan kegiatan ekonomi sehari-hari, baik di sektor pertanian, usaha mikro, maupun transportasi.

Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus memastikan akses terhadap barang dan jasa bersubsidi tetap terjaga. Subsidi yang disalurkan bukan hanya bentuk bantuan sosial, tetapi juga instrumen ekonomi strategis untuk mendorong pertumbuhan dan stabilitas. Dengan memastikan harga bahan pokok dan energi tetap terjangkau, pemerintah memastikan keberlangsungan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa terganggu tekanan biaya.

Hingga September 2026, realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp376,8 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp244,6 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Dana tersebut berasal dari penerimaan pajak yang dibayarkan masyarakat, menunjukkan sistem ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya