Penjualan Mobil Listrik Global Menurun di September 2026
Penjualan kendaraan listrik global turun 2 persen pada September 2026, menandai akhir tren pertumbuhan berkelanjutan selama enam bulan, dipicu penurunan tajam di Amerika Utara dan China.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 82x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada bulan September 2026, pasar mobil listrik global mengalami penurunan pertama dalam enam bulan terakhir, dengan volume penjualan turun 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data dari lembaga riset mineral internasional menunjukkan angka penjualan mencapai 2,15 juta unit, menandai pergeseran signifikan dari tren positif yang sebelumnya terjadi. Penurunan ini disebabkan terutama oleh perlambatan permintaan di dua pasar utama, yakni Amerika Utara dan Tiongkok, yang mengimbangi kenaikan di Eropa.
Di kawasan Eropa, sebaliknya, terjadi kenaikan luar biasa dalam penjualan kendaraan listrik, mencatat rekor baru dengan hampir 600.000 unit terjual—meningkat 10 persen dari rekor sebelumnya di bulan Juni. Kondisi ini didorong oleh permintaan konsumen yang stabil dan kebijakan pemerintah yang mendukung transisi energi. Manajer Data Benchmark Mineral Intelligence, Charles Lester, menegaskan bahwa Eropa mencatatkan bulan terkuat dalam sejarah penjualan mobil listrik.
Sementara itu, pasar Amerika Utara mengalami penurunan terdalam dalam setahun terakhir, dengan penurunan penjualan hingga 44 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penyebab utamanya adalah berakhirnya insentif pajak untuk kendaraan listrik pada akhir September 2025, yang sebelumnya mendorong lonjakan pembelian di akhir periode insentif. Di Tiongkok, penjualan turun 18 persen, menurun menjadi 1,11 juta unit, menunjukkan perlambatan di pasar domestik yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan global sebelumnya.
Meskipun terjadi penurunan bulanan, secara tahun berjalan (year-to-date) penjualan mobil listrik masih mencatatkan kenaikan 3 persen, dengan total 15,5 juta unit terjual hingga September. Peningkatan ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi musiman dan kebijakan, tren transisi menuju mobilitas rendah emisi tetap berjalan secara global. Namun, pergeseran arah pasar antar wilayah kini semakin mencolok, dengan produsen mulai bergeser fokus ke ekspor untuk mengimbangi perlambatan di pasar lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

