Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Otomotif Melonjak, Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi Nasional

Peningkatan penjualan mobil dan motor hingga Agustus 2026 menjadi indikator keyakinan konsumen dan kinerja ekonomi yang kuat, meski tantangan global tetap perlu diwaspadai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Penjualan Otomotif Melonjak, Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan signifikan dalam penjualan kendaraan bermotor di Tanah Air menjadi bukti nyata dari pemulihan ekonomi domestik yang berkelanjutan. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kenaikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang stabil, sekaligus menunjukkan aktivitas sektor riil yang kembali tumbuh pesat. Ia menekankan bahwa dinamika positif ini tidak terlepas dari kenaikan permintaan semen, listrik, dan produk konsumsi lainnya yang menjadi indikator utama aktivitas ekonomi.

Dalam paparannya pada konferensi pers APBN Kita edisi September 2026, Suahasil menekankan pentingnya tetap waspada meski indikator dalam negeri menunjukkan tren positif. Ia menyebut bahwa meskipun penjualan mobil, motor, semen, dan listrik terus melonjak, kondisi global yang tercermin dari indeks PMI manufaktur tetap menjadi faktor eksternal yang perlu dipantau ketat. “Kita tidak boleh lengah, tetapi Indonesia saat ini dalam posisi yang sangat resilien,” tegasnya.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, naik 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penjualan langsung ke konsumen (retail sales) mencapai 594.984 unit, meningkat 13,9 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 522.160 unit. Di sektor roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat total penjualan sebanyak 4.362.078 unit, naik 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kenaikan aktivitas sektor otomotif turut mendorong kenaikan penerimaan pajak negara, sejalan dengan meningkatnya volume transaksi ekonomi. Menkeu menegaskan bahwa pertumbuhan permintaan terhadap mobil, motor, semen, dan listrik secara langsung berdampak pada penerimaan negara dari pajak. Ia menyebut bahwa momentum ini perlu dijaga dengan kebijakan fiskal yang bijak dan responsif terhadap tekanan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya