Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu yang masuk ke aliran darah atau selaput lendir, bukan melalui kontak fisik biasa seperti berjabat tangan atau berpelukan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - HIV tidak menular melalui sentuhan fisik, pelukan, atau interaksi sosial sehari-hari seperti berbagi makanan atau minuman. Virus ini hanya bisa berpindah jika terjadi pertukaran cairan tubuh yang mengandung virus, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau ASI, dan masuk langsung ke aliran darah atau melalui jaringan yang terluka atau selaput lendir. Kondisi ini sangat spesifik, sehingga kontak sehari-hari tidak membawa risiko penularan.
Salah satu jalur utama penularan adalah hubungan seksual tanpa alat pelindung, baik secara vaginal maupun anal. Virus dapat masuk melalui luka kecil, lecet, atau selaput lendir pada organ intim. Meski sangat jarang, penularan juga bisa terjadi melalui seks oral jika terdapat luka atau perdarahan pada area mulut atau genital. Dalam kondisi tertentu, kontak langsung dengan darah yang terkontaminasi juga bisa menjadi risiko.
Penggunaan jarum suntik, alat bedah, atau peralatan tajam yang sebelumnya digunakan oleh orang dengan HIV dan tidak disterilkan dengan benar juga menjadi jalur penularan. Hal serupa berlaku untuk tato dan tindik jika alat yang digunakan tidak steril atau terkontaminasi darah. Prosedur kosmetik lain yang melibatkan luka pada kulit juga berpotensi menularkan virus jika tidak dijalankan dengan standar kebersihan yang ketat.
Penularan melalui transfusi darah kini sangat rendah berkat skrining yang ketat terhadap donor. Namun, risiko tetap ada jika prosedur pemeriksaan tidak dilakukan. Lebih lanjut, HIV dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui, yang disebut penularan vertikal. Meski demikian, dengan deteksi dini dan terapi antiretroviral yang tepat, risiko penularan bisa diminimalkan hingga hampir nol.
Pemahaman yang akurat tentang penularan HIV sangat penting untuk mengurangi stigma dan membentuk respons kesehatan yang tepat. Mengetahui bahwa virus tidak menyebar melalui udara, air liur, atau kontak fisik biasa membantu masyarakat tidak memandang diskriminatif terhadap mereka yang hidup dengan HIV. Pencegahan efektif hanya mungkin terjadi jika informasi yang diberikan berbasis bukti ilmiah dan tidak terpengaruh mitos yang salah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

5 Risiko Kesehatan dari Penggunaan Lipstik Secara Rutin
Penggunaan lipstik setiap hari berpotensi membahayakan kesehatan akibat paparan bahan kimia berbahaya seperti timbal, phthalates, dan kadmium.
24 September 2026

Resep Salad Kentang Jepang yang Nikmat dan Bergizi
Salad kentang ala Jepang hadir dengan tekstur creamy, rasa umami khas, dan bahan sederhana yang cocok untuk santapan sehat dalam porsi terkontrol.
24 September 2026

BUVA Perkuat Posisi di Sektor Hiburan Bali
Emiten perhotelan BUVA perluas bisnis ke sektor hiburan dan gaya hidup lewat investasi di KJA, dengan proyek Zumana di Kuta sebagai langkah strategis.
24 September 2026

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Ube atau ubi ungu menawarkan manfaat kesehatan melalui kandungan antioksidan, serat, dan indeks glikemik rendah yang mendukung keseimbangan gula darah dan pencernaan.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

