Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penyaluran KUR dan UMi di Sultra Tembus Rp3,77 Triliun hingga September 2026

Realisasi penyaluran KUR dan UMi di Sulawesi Tenggara mencapai Rp3,77 triliun hingga akhir September 2026, menjangkau 63.335 pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh kabupaten dan kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penyaluran KUR dan UMi di Sultra Tembus Rp3,77 Triliun hingga September 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Sulawesi Tenggara telah mencapai angka Rp3,77 triliun pada periode hingga 30 September 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 23,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah penerima pembiayaan meningkat 5,83 persen. Seluruh dana tersebut disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di wilayah provinsi.

Skema KUR Mikro menjadi dominan dalam penyaluran, menyumbang nilai sebesar Rp2,33 triliun kepada 42.357 debitur. Di posisi kedua, KUR Kecil tercatat menyalurkan dana sebesar Rp1,06 triliun kepada 4.606 pelaku usaha. Sementara itu, program UMi, termasuk UMi Pro, menyerap anggaran sebesar Rp91,12 miliar dengan menjangkau 15.357 penerima. Penyaluran juga mencakup skema lain seperti Supply Rumah (Rp168,58 miliar), Demand Rumah (Rp101,64 miliar), KUA (Rp15,37 miliar), dan SuperMI (Rp3,32 miliar).

Kabupaten Kolaka menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi, mencapai Rp543,91 miliar yang dimanfaatkan oleh 7.663 debitur. Kota Kendari menyusul dengan realisasi Rp536,61 miliar untuk 6.134 penerima, diikuti Kabupaten Muna yang menyalurkan Rp500,07 miliar kepada 11.482 pelaku usaha. Sebaliknya, tiga daerah dengan penyaluran terendah adalah Kabupaten Konawe Kepulauan (Rp23,17 miliar), Kabupaten Buton Tengah (Rp19,82 miliar), dan Kabupaten Muna Barat (Rp9,02 miliar).

Dalam menjelang akhir tahun, pihak Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan di daerah yang penyalurannya masih rendah. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat integrasi program KUR dan UMi dengan berbagai program prioritas pemerintah daerah maupun pusat. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi UMKM di seluruh wilayah Sultra.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya