Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Pemahaman Tujuan Kuliah di Era AI
Wamen Pendidikan Tinggi dorong kampus tingkatkan pemahaman tujuan belajar, pastikan AI jadi alat bantu, bukan pengganti proses pendalaman ilmu.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya perguruan tinggi memperjelas makna dan tujuan berkuliah di tengah transformasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Ia menyampaikan bahwa peran kampus bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk kemampuan kritis dan kompetensi yang mampu bertahan di masa depan. Dalam kesempatan di Malang, ia menyoroti risiko mahasiswa yang terlalu mengandalkan AI untuk menyelesaikan tugas tanpa memahami proses pembelajaran.
Menurutnya, pertanyaan kunci yang harus diajukan adalah: apakah kemampuan intelektual mahasiswa tetap utuh jika AI tidak tersedia? Ia menekankan bahwa AI seharusnya menjadi pendukung, bukan pengganti proses belajar yang mendalam. Perguruan tinggi diminta mengembangkan kebijakan yang mendorong penggunaan AI secara bijak, tanpa mengorbankan nilai-nilai inti pendidikan seperti pemahaman konseptual dan kreativitas.
Rektor Universitas Brawijaya memperkuat pesan tersebut dengan menyatakan bahwa AI tidak akan menggantikan fungsi kampus dalam mencipta dan menyebarkan ilmu. Ia membandingkan perkembangan AI dengan munculnya kalkulator di masa lalu, yang pada awalnya dikhawatirkan menggantikan kemampuan berhitung, tetapi akhirnya diterima sebagai alat bantu. Ia menekankan bahwa AI hanya bisa berkembang jika didukung oleh pengetahuan manusia yang terus dihasilkan.
Untuk mencegah penyalahgunaan, UB telah menerapkan sistem pemindai otomatis terhadap karya ilmiah mahasiswa, termasuk skripsi dan publikasi ilmiah. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kemungkinan plagiarisme maupun keterlibatan AI secara tidak transparan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam menjaga integritas akademik sekaligus memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, peran perguruan tinggi di era AI justru semakin krusial. Tidak hanya sebagai tempat menyerap ilmu, tetapi sebagai wadah pembentukan pemikiran kritis, etika penggunaan teknologi, dan kapasitas adaptif yang mampu menjawab dinamika zaman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

