Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Pemahaman Tujuan Kuliah di Era AI

Wamen Pendidikan Tinggi dorong kampus tingkatkan pemahaman tujuan belajar, pastikan AI jadi alat bantu, bukan pengganti proses pendalaman ilmu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Pemahaman Tujuan Kuliah di Era AI📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya perguruan tinggi memperjelas makna dan tujuan berkuliah di tengah transformasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Ia menyampaikan bahwa peran kampus bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk kemampuan kritis dan kompetensi yang mampu bertahan di masa depan. Dalam kesempatan di Malang, ia menyoroti risiko mahasiswa yang terlalu mengandalkan AI untuk menyelesaikan tugas tanpa memahami proses pembelajaran.

Menurutnya, pertanyaan kunci yang harus diajukan adalah: apakah kemampuan intelektual mahasiswa tetap utuh jika AI tidak tersedia? Ia menekankan bahwa AI seharusnya menjadi pendukung, bukan pengganti proses belajar yang mendalam. Perguruan tinggi diminta mengembangkan kebijakan yang mendorong penggunaan AI secara bijak, tanpa mengorbankan nilai-nilai inti pendidikan seperti pemahaman konseptual dan kreativitas.

Rektor Universitas Brawijaya memperkuat pesan tersebut dengan menyatakan bahwa AI tidak akan menggantikan fungsi kampus dalam mencipta dan menyebarkan ilmu. Ia membandingkan perkembangan AI dengan munculnya kalkulator di masa lalu, yang pada awalnya dikhawatirkan menggantikan kemampuan berhitung, tetapi akhirnya diterima sebagai alat bantu. Ia menekankan bahwa AI hanya bisa berkembang jika didukung oleh pengetahuan manusia yang terus dihasilkan.

Untuk mencegah penyalahgunaan, UB telah menerapkan sistem pemindai otomatis terhadap karya ilmiah mahasiswa, termasuk skripsi dan publikasi ilmiah. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kemungkinan plagiarisme maupun keterlibatan AI secara tidak transparan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam menjaga integritas akademik sekaligus memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, peran perguruan tinggi di era AI justru semakin krusial. Tidak hanya sebagai tempat menyerap ilmu, tetapi sebagai wadah pembentukan pemikiran kritis, etika penggunaan teknologi, dan kapasitas adaptif yang mampu menjawab dinamika zaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya