Persija Diminta Tak Ajukan Banding atas Sanksi Komdis
Mantan Ketua Jakmania menyarankan manajemen Persija tak ajukan banding atas sanksi larangan bertandang dan denda Rp90 juta akibat kerusuhan suporter.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 57x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persija Jakarta setelah insiden kerusuhan yang terjadi saat pertandingan melawan Persita Tangerang. Dalam keputusannya, tim berjuluk Macan Kemayoran dilarang bertanding di luar kandang selama enam laga serta dikenai denda total sebesar Rp90 juta. Denda tersebut terdiri dari Rp30 juta karena keributan di tribun penonton dan Rp60 juta akibat penggunaan petasan serta pelemparan flare yang mengganggu kelancaran pertandingan.
Menanggapi keputusan tersebut, mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, mengimbau manajemen Persija untuk tidak mengajukan banding. Ia menilai sanksi yang diberikan telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan layak sebagai pelajaran bagi seluruh elemen suporter. “Saran saya jangan banding. Ini pembelajaran aja,” tegasnya saat berada di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, menjelang laga Persija melawan Arema.
Ferry menekankan pentingnya introspeksi diri setelah insiden tersebut. Menurutnya, lebih baik memilih menahan diri daripada memperkeruh suasana dengan upaya banding yang justru bisa memicu perdebatan publik. “Lebih baik introspeksi diri, faktanya memang kami lagi jadi sorotan. Daripada ramai di media sosial, tetap memaksakan diri berangkat, akhirnya jadi ramai, ya saran saya enggak usah banding,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa kepercayaan yang diberikan oleh PSSI kepada suporter harus dijaga dengan kesadaran penuh. Meski sanksi berdampak pada aspek finansial, Ferry menilai proses hukum yang dilakukan Komdis didasarkan pada regulasi yang matang, bukan kepentingan pribadi atau preferensi. “Ya kalau kami, rugi ya, iya. Tapi ini cukuplah ya. Sudah cukup tepat,” tandasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.
24 Oktober 2026

Martin Mundur dari MotoGP Australia Akibat Cedera Tangan
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menarik diri dari balapan MotoGP Australia 2026 setelah mengalami retak tulang pergelangan tangan kanan akibat kecelakaan di Sprint Race.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

