Persija Harus Bermain di Bekasi, Shin Tae Yong Kecewa
Pelatih Persija, Shin Tae Yong, menyatakan kekecewaan karena timnya tak bisa bertanding di markas sendiri di Jakarta meski sanksi telah dicabut.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.14 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 93x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Persija Jakarta dipastikan menjalani laga kandang kontra Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10), menyusul ketidakmampuan menggunakan dua stadion utama di ibu kota. Meski PSSI telah mencabut sanksi larangan bermain di wilayah Jakarta pasca-insiden suporter pada pekan kedua melawan Persib Bandung, klub tetap tak bisa memanfaatkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jakarta International Stadium (JIS). SUGBK sedang digunakan untuk konser musik, sementara JIS masih dalam proses perbaikan pascaacara tersebut.
Shin Tae Yong, pelatih Persija, menyampaikan penyesalannya atas keterpaksaan ini. Ia menekankan pentingnya bermain di stadion kandang sebagai bagian dari kewajiban profesional. “Sebagai tim profesional, kami seharusnya bisa menyelenggarakan laga kandang di tempat yang menjadi milik sendiri. Ini bukan hanya soal lokasi, tapi juga tentang semangat dan dukungan dari suporter yang layak diberikan di rumah mereka,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
Kiper utama Persija, Nadeo Argawinata, turut menyampaikan kekecewaan serupa, meski menegaskan komitmen penuh dari seluruh pemain. Ia menyebut bahwa meskipun tidak bermain di Jakarta, seluruh anggota tim tetap berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik demi kepentingan klub. “Tentu sangat disayangkan tidak bisa bermain di Jakarta, tapi di mana pun kami bermain, kami akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih kemenangan,” tegasnya.
Laga ini menjadi partai keenam Persija dalam kompetisi Super League 2026/2027. Keputusan pindah lokasi pertandingan mencerminkan keterbatasan infrastruktur dan koordinasi antara klub, pemerintah daerah, serta penyelenggara acara besar. Meski sanksi telah dicabut, realitas lapangan tetap menuntut penyesuaian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.
24 Oktober 2026

Martin Mundur dari MotoGP Australia Akibat Cedera Tangan
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menarik diri dari balapan MotoGP Australia 2026 setelah mengalami retak tulang pergelangan tangan kanan akibat kecelakaan di Sprint Race.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

