Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG

Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Pengelolaan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menekankan pentingnya peran PT Pertamina Gas dalam memperluas jaringan gas bumi untuk rumah tangga secara nasional. Dalam pertemuan strategis di Jakarta, ia menyatakan bahwa pengembangan jargas bukan hanya upaya efisiensi energi, tetapi juga langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan menekan beban subsidi pemerintah. Fokus utama, menurutnya, adalah pembangunan infrastruktur jaringan gas yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pertagas diminta menyusun masterplan pengembangan jargas nasional dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Dokumen ini harus mencakup rancangan jangka panjang, termasuk kesiapan infrastruktur, model bisnis yang berkelanjutan, serta strategi pemasaran yang realistis. Perusahaan diminta memulai dari kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya sebagai pusat uji coba sebelum merambah ke wilayah lain secara bertahap.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Pertagas menegaskan bahwa perusahaan kini telah menjadi operator utama transportasi gas di Pulau Jawa. Keberhasilan operasional Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang—yang dibangun dengan dana APBN dan kini dikelola melalui tender—menjadi bukti kredibilitas Pertagas dalam mengelola jaringan strategis nasional. Kehadiran infrastruktur ini memungkinkan distribusi gas yang lebih efisien dan andal.

Data dari Kementerian ESDM menunjukkan komitmen besar pemerintah dalam pengembangan jargas. Pada APBN 2025-2026, telah dialokasikan dana Rp539,5 miliar untuk pembangunan 119.379 sambungan rumah. Selain itu, ada tambahan 41.819 SR senilai Rp328,33 miliar, serta rencana pengembangan jargas MYC 2026-2028 sebanyak 959.232 SR dengan anggaran mencapai Rp3,351 triliun. Semua ini menjadi fondasi bagi transformasi energi rumah tangga yang lebih berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya