Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina GP 2026 Dorong Ekonomi Lokal di Lombok

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika diharapkan tingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi di sektor kuliner, akomodasi, dan jasa pendukung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pertamina GP 2026 Dorong Ekonomi Lokal di Lombok📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi ajang strategis untuk memperluas dampak ekonomi lokal. Dengan menghadirkan wisatawan dan penggemar balap dari berbagai belahan dunia, acara ini menjadi pemicu aktivitas ekonomi yang meluas di sektor usaha mikro dan menengah, terutama di bidang kuliner, transportasi, dan layanan pendukung lainnya.

Dukungan Pertamina terhadap event internasional ini tidak hanya menekankan aspek olahraga, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai wadah penguatan ekosistem pariwisata berbasis sport tourism. Menurut perwakilan perusahaan, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan budaya Indonesia secara global, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Banyak pelaku usaha di sekitar kawasan Mandalika menyatakan peningkatan signifikan dalam omzet selama periode penyelenggaraan. Rumah makan Sate Rembiga Ibu Hj. Sinnaseh, misalnya, mencatat kenaikan penjualan hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Pengalaman serupa dirasakan oleh pemilik Resto Sop Buntut Ibu Hong di Mataram, yang mengaku jumlah pengunjung melonjak hingga dua kali lipat, dengan aktivitas penuh selama sepekan penuh.

Kenaikan permintaan berdampak langsung pada kebutuhan operasional, termasuk pasokan energi. Ibu Hong menegaskan ketersediaan LPG Bright Gas sebagai penunjang utama dalam menjaga kelancaran operasional rumah makan selama masa puncak. Menurutnya, pasokan energi yang stabil menjadi kunci utama agar layanan tetap maksimal meski permintaan pelanggan melonjak.

Harapan dari para pelaku usaha, termasuk konsumen seperti Jerry Wenas, adalah agar kegiatan serupa terus berlanjut dan meluas ke wilayah lain di Lombok. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dirasakan kini dapat menjadi keberlanjutan jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya