Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina MotoGP 2026 Dorong Peluang Kerja Lokal di Lombok

Gelaran Pertamina MotoGP 2026 di Mandalika membuka lapangan kerja musiman bagi warga Lombok, menopang ekonomi dan memberi pengalaman profesional bagi generasi muda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Pertamina MotoGP 2026 Dorong Peluang Kerja Lokal di Lombok📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi ajang balap global, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui peluang kerja musiman. Berbagai posisi mulai dari petugas kebersihan hingga pengelolaan sampah dibuka secara khusus untuk masyarakat setempat, memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga. Di antaranya adalah Baiq Essenza, warga Praya, yang pertama kali terlibat dalam event internasional ini dengan tugas di area paddock, termasuk pemilahan sampah dan pembersihan area sirkuit. Ia menyampaikan kebanggaannya bisa berkontribusi langsung di tempat yang menjadi sorotan dunia.

Pekerjaan ini tak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga sumber pendapatan yang mampu menopang kebutuhan rumah tangga. Essenza berharap gelaran ini terus berlanjut agar lebih banyak warga Lombok bisa memperoleh kesempatan serupa. Di sisi lain, Lia Kartika dari Sengkol, yang menjabat sebagai koordinator Cleaning Service Waste Management, menekankan manfaat ekonomi yang dirasakan secara luas. Ia dan timnya bekerja 12 jam sehari, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WITA, menjaga kebersihan ruangan dan area lapangan. Baginya, pekerjaan ini menjadi solusi nyata atas tantangan pengangguran dan mewujudkan rencana yang selama ini hanya menjadi angan-angan.

Dengan penghasilan yang diperoleh, Lia kini mampu mencicil kendaraan bermotor dan menyisihkan uang untuk menabung emas—hal yang sebelumnya terasa mustahil. Ia menilai bahwa kehadiran sirkuit internasional telah mendorong perekonomian lokal secara signifikan. Elyani Sulistianda, warga Praya yang terlibat dalam pemilahan sampah selama tujuh hari penuh, juga menyebut dampak ekonomi yang nyata bagi anak muda yang membutuhkan pekerjaan. Ia menyadari bahwa kesempatan ini bukan sekadar pekerjaan sementara, tetapi fondasi awal untuk membangun karier di masa depan.

Pemuda asal Sakra Barat, Feri Zon Lahardi, memanfaatkan masa libur kuliah untuk bekerja paruh waktu di sirkuit. Ia mendapatkan informasi lowongan dari teman, lalu menjalani proses seleksi dan pelatihan dua hari sebelum bertugas. Dengan jam kerja dari 07.00 hingga 19.00, Feri tidak hanya memperoleh pendapatan untuk menunjang kuliah dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkaya pengalaman profesional dan kemampuan berbahasa Inggris melalui interaksi dengan wisatawan asing. Ia berharap ajang ini terus diselenggarakan tiap tahun demi memperluas ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya