Pertamina Perkuat Transisi Energi dengan PLTS, Biofuel, dan Teknologi Penangkapan Karbon
Pertamina mempercepat transisi energi rendah karbon melalui PLTS, bahan bakar nabati, dan CCS, sekaligus menjaga keandalan pasokan dan aksesibilitas energi bagi masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina menegaskan bahwa transisi menuju energi rendah karbon harus dilakukan secara seimbang, tanpa mengorbankan keandalan pasokan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat. Dalam forum internasional di Jakarta, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina menekankan bahwa keandalan dan dekarbonisasi bukanlah pilihan saling menyingkir, melainkan dua pilar yang harus berjalan beriringan. Pendekatan ini menjadi fondasi strategi perusahaan dalam membangun ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
Salah satu implementasi nyata dari strategi tersebut adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sembur, Batam. Proyek ini menggantikan sistem listrik berbasis diesel dan memiliki kapasitas 1 megawatt peak, dilengkapi sistem penyimpanan baterai 1 megawatt jam. Sistem ini melayani lebih dari 200 rumah tangga serta mendukung fasilitas pendingin dan mesin pembuat es, yang berdampak langsung pada peningkatan nilai hasil tangkapan nelayan. Integrasi energi terbarukan dengan kebutuhan ekonomi lokal menunjukkan potensi besar PLTS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
Di sektor bahan bakar, Pertamina terus memperluas pemanfaatan biodiesel B50 dan bioetanol dari tebu sebagai alternatif bahan bakar fosil. Pemanfaatan sumber daya domestik ini tidak hanya menurunkan ketergantungan impor, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pertanian dan agroindustri. Selain itu, perusahaan mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) sebagai alat strategis dalam menurunkan emisi, melalui kolaborasi dengan negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea, serta mitra ASEAN lainnya.
Pertamina menerapkan pendekatan dual growth, di mana bisnis migas tetap menjadi penopang utama untuk menjaga ketersediaan energi, sementara sektor rendah karbon dan energi terbarukan dikembangkan secara paralel. Tujuan jangka panjangnya adalah mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Dengan mengintegrasikan kebijakan pemerintah ke dalam strategi korporasi, perusahaan berupaya menjadikan transisi energi sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Teknologi Tangkap Karbon Kurangi Emisi 95% di Pabrik Kimia
Teknologi penangkap karbon yang diuji coba di PT Petrokimia Gresik mampu menekan emisi karbon hingga 95 persen, dengan hasil sampingan berupa soda ash yang sebelumnya banyak diimpor.
8 Oktober 2026

AI Ubah Kerja Kantor: Satu Jam Jadi Detik
SAP memperkenalkan sistem perusahaan otonom berbasis AI di ajang global, menunjukkan transformasi kerja kantor melalui otomasi berbasis bahasa alami.
7 Oktober 2026

Rekomendasi Liburan, Masih Lebih Percaya Manusia Daripada AI
Studi global menunjukkan 84 persen wisatawan di Inggris lebih percaya rekomendasi keluarga daripada AI saat merencanakan perjalanan.
7 Oktober 2026

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan IPOT X, aplikasi sekuritas berbasis AI yang mempermudah investor memahami pasar tanpa kompleksitas teknis.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Danantara Resmikan Gabungan 23 Kawasan Industri 5 November 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

Syarat Nasabah Prioritas di Tiga Bank Besar, Minimal Rp1 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

OJK Cabut Izin PT Porto Ventura Kapital karena Tak Bisa Disehatkan
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terpuruk ke Level 6.083 Akibat Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terkoreksi 1,03% di Tengah Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

Empat BUMN Karya Segera Digabung, Waskita dan WIKA Masih Menunggu Proses
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA

PNM Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Penerbitan Bond dan Sukuk Sosial
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA

Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu, Pemerintah Percepat Stabilitas Pasokan
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA

