Perusahaan Siap Beli Kembali Saham, Dorong Stabilitas Pasar
Sejumlah emiten di BEI menyiapkan atau melanjutkan aksi pembelian kembali saham dengan nilai mencapai triliunan rupiah, seiring upaya menjaga stabilitas harga dan nilai pemegang saham.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah perusahaan publik di Indonesia mulai mempercepat atau mengevaluasi rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai respons terhadap dinamika pasar modal yang cenderung fluktuatif. Aksi ini melibatkan emiten dari berbagai sektor strategis, termasuk perbankan, telekomunikasi, energi, dan petrokimia, dengan anggaran yang telah disetujui mencapai ratusan triliun rupiah. Buyback dianggap sebagai mekanisme korporasi yang efektif untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan kepercayaan kepada investor, meski dampaknya tetap tergantung pada kondisi pasar dan kinerja operasional masing-masing emiten.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi salah satu pelaku utama dengan menetapkan anggaran maksimal Rp4 triliun untuk program buyback yang telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Program ini berlaku hingga 8 Juni 2027, dengan sisa alokasi yang masih tersisa lebih dari Rp3 triliun per 19 Oktober 2026. Pembelian dilakukan menggunakan kas internal, dengan pertimbangan kondisi pasar, ketersediaan likuiditas, serta kebutuhan operasional dan investasi jangka panjang. Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa aksi ini bagian dari strategi alokasi modal jangka panjang untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Di sektor perbankan, Bank Central Asia (BBCA) melanjutkan program buyback pada periode 19–23 Oktober 2026, yang merupakan perpanjangan dari jadwal sebelumnya. Aksi ini merupakan kelanjutan dari realisasi sebelumnya pada April dan Juni 2026, dengan periode berlaku hingga 11 Maret 2027. Perusahaan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun operasional. Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BBNI) menjalankan program buyback hingga 26 Oktober 2026, dengan pertimbangan untuk memperpanjang jadwal jika kondisi pasar memungkinkan, sesuai dengan keputusan RUPS yang telah disetujui.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih dalam tahap evaluasi terhadap kemungkinan pelaksanaan buyback. Direktur Utama Nixon L P Napitupulu menyampaikan bahwa kajian dilakukan secara hati-hati, mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan modal, dan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis. Meski sebelumnya pernah menyiapkan dana Rp275 miliar untuk buyback pada 2020 saat pandemi, rencana terbaru belum diumumkan secara resmi. Keputusan akhir akan diambil dengan memperhatikan kesehatan keuangan dan kepentingan seluruh pemegang saham, sejalan dengan fokus perusahaan pada pengembangan pembiayaan perumahan dan transformasi bisnis ke arah layanan non-mortgage.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

