Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pesawat Emirates Tertunda 15 Jam Usai Tabrak Burung di Delhi

Penerbangan Emirates dari Delhi ke Dubai tertunda lebih dari 15 jam akibat tabrakan dengan burung saat mendarat, disebabkan maraknya penjual daging terbuka di sekitar bandara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
Pesawat Emirates Tertunda 15 Jam Usai Tabrak Burung di Delhi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penerbangan Emirates EK517 yang seharusnya berangkat dari Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi, pada Sabtu (17/10) pukul 16.25 waktu setempat, mengalami penundaan hingga lebih dari 15 jam. Insiden terjadi saat pesawat melakukan proses pendaratan dari Dubai, Uni Emirat Arab, dan mengalami benturan dengan burung yang mengakibatkan kerusakan teknis pada sistem penerbangan. Akibatnya, pesawat tidak dapat langsung kembali terbang tanpa proses perbaikan mendesak.

Tim teknis maskapai langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat sebelum dinyatakan layak terbang kembali. Prosedur keselamatan ini menjadi alasan utama penundaan, yang akhirnya dijadwalkan ulang pada Minggu (18/10) pagi pukul 07.00 waktu setempat. Pihak Emirates menyatakan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan operasional, melainkan faktor eksternal yang terkait dengan lingkungan sekitar bandara.

Dalam pernyataan resmi, Emirates menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak dan memastikan seluruh kebutuhan logistik, termasuk akomodasi hotel, telah ditanggung. Meskipun jumlah pasti penumpang yang terkena dampak tidak diungkapkan, perusahaan menegaskan bahwa semua penumpang yang terlantar telah mendapatkan dukungan penuh selama masa penundaan.

Peningkatan insiden tabrakan burung dengan pesawat di Delhi tercatat signifikan dalam dua tahun terakhir. Hasil rapat Komite Manajemen Lingkungan Lapangan Terbang (AEMC) bulan lalu menyoroti dua faktor krusial: pengelolaan sampah yang buruk serta maraknya penjual daging terbuka di sekitar area bandara. Kondisi ini diyakini menjadi daya tarik utama bagi burung untuk berkumpul di dekat lintasan pesawat, meningkatkan risiko tabrakan saat lepas landas dan mendarat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya