Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pilot Saudi Tewas dalam Serangan Rudal di Bandara Riyadh

Satu pilot Saudia Airlines tewas dalam serangan rudal Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh, pada 8 Oktober 2026, menyusul dua serangan yang menargetkan fasilitas bandara dan pesawat milik maskapai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pilot Saudi Tewas dalam Serangan Rudal di Bandara Riyadh📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pilot berpangkat kapten dari Saudi Airlines, Hamoud Ali Al Kalthami, telah dinyatakan gugur akibat serangan rudal yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Insiden ini terjadi dalam rangkaian dua serangan beruntun yang menyerang fasilitas bandara dan satu pesawat milik maskapai nasional. Dalam pernyataan resmi, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa tiga warga negara Saudi, termasuk almarhum, meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Saudia Airlines mengumumkan kematian Kapten Al Kalthami dalam pernyataan duka yang disampaikan pada Jumat. Maskapai menyampaikan rasa bela sungkawa mendalam kepada keluarga, rekan kerja, dan seluruh pihak terkait. Dalam pernyataan itu, pihak maskapai menegaskan penghargaan tinggi terhadap kontribusi almarhum selama bertahun-tahun dalam karier profesionalnya, serta pengaruh positif yang ia berikan terhadap lingkungan kerja dan rekan-rekannya.

Serangan pertama menargetkan fasilitas utama di bandara, sementara serangan kedua mengarah ke sebuah pesawat milik Saudia Airlines yang sedang berada di landasan. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah korban luka, baik dari warga Saudi maupun penduduk asing dari berbagai negara. Tingkat cedera berkisar dari ringan hingga kritis, dengan seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pihak berwenang tetap memantau situasi secara ketat dan menekankan komitmen terhadap keamanan penerbangan sipil. Insiden ini menegaskan kembali ancaman yang terus mengancam infrastruktur strategis di wilayah tersebut, terutama dalam konteks ketegangan regional yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya