Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polisi Inggris Periksa Dugaan Keterlibatan Iran dalam Rencana Serangan di RAF Fairford

Penyelidikan sedang berlangsung terkait temuan bahan peledak di tiga mobil van dekat pangkalan militer RAF Fairford, dengan fokus pada kemungkinan keterkaitan Iran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Polisi Inggris Periksa Dugaan Keterlibatan Iran dalam Rencana Serangan di RAF Fairford📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Petugas keamanan Inggris kini memeriksa kemungkinan keterkaitan Iran dalam rencana serangan terhadap pangkalan militer Angkatan Udara Kerajaan di Gloucestershire. Temuan bahan peledak di tiga kendaraan van yang ditemukan dekat area RAF Fairford pada hari Minggu menjadi dasar penyelidikan intensif oleh unit antiterorisme. Lokasi tersebut telah menjadi titik strategis sejak Maret, ketika militer AS memanfaatkannya untuk melancarkan operasi udara terhadap Iran di kawasan Timur Tengah.

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menahan lima orang terkait kejadian tersebut setelah menerima laporan tentang tiga kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju pangkalan udara. Operasi pengamanan diperketat di sekitar area, sementara tim investigasi bekerja sama dengan instansi keamanan nasional untuk menelusuri sumber dan tujuan dari aksi yang diduga direncanakan.

Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, menegaskan pentingnya tidak menyebar spekulasi yang bisa mengganggu proses penyelidikan. Ia menekankan bahwa pihak berwenang akan segera menyampaikan informasi kepada publik begitu data cukup kuat dan terverifikasi. “Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi aparat keamanan menjalankan tugas mereka tanpa gangguan,” ujar Streeting dalam pernyataan awal.

Dalam konteks yang lebih luas, pada bulan Juli lalu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa setiap pangkalan yang digunakan untuk operasi militer terhadap wilayah Iran dianggap sebagai target sah. Pernyataan itu menambah tensi di wilayah Eropa, terutama setelah penggunaan RAF Fairford sebagai basis operasi serangan udara oleh AS. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran akan eskalasi ancaman terorisme lintas negara.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut bahwa pihak yang terlibat dalam rencana tersebut memiliki niat untuk menyebabkan kerusakan besar di pangkalan strategis tersebut. Namun, hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku atau motif pasti. Penyelidikan tetap berjalan secara terbuka dan independen, dengan fokus pada bukti fisik dan data intelijen yang dikumpulkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya