Polisi Inggris Periksa Dugaan Keterlibatan Iran dalam Rencana Serangan di RAF Fairford
Penyelidikan sedang berlangsung terkait temuan bahan peledak di tiga mobil van dekat pangkalan militer RAF Fairford, dengan fokus pada kemungkinan keterkaitan Iran.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Petugas keamanan Inggris kini memeriksa kemungkinan keterkaitan Iran dalam rencana serangan terhadap pangkalan militer Angkatan Udara Kerajaan di Gloucestershire. Temuan bahan peledak di tiga kendaraan van yang ditemukan dekat area RAF Fairford pada hari Minggu menjadi dasar penyelidikan intensif oleh unit antiterorisme. Lokasi tersebut telah menjadi titik strategis sejak Maret, ketika militer AS memanfaatkannya untuk melancarkan operasi udara terhadap Iran di kawasan Timur Tengah.
Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menahan lima orang terkait kejadian tersebut setelah menerima laporan tentang tiga kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju pangkalan udara. Operasi pengamanan diperketat di sekitar area, sementara tim investigasi bekerja sama dengan instansi keamanan nasional untuk menelusuri sumber dan tujuan dari aksi yang diduga direncanakan.
Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, menegaskan pentingnya tidak menyebar spekulasi yang bisa mengganggu proses penyelidikan. Ia menekankan bahwa pihak berwenang akan segera menyampaikan informasi kepada publik begitu data cukup kuat dan terverifikasi. “Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi aparat keamanan menjalankan tugas mereka tanpa gangguan,” ujar Streeting dalam pernyataan awal.
Dalam konteks yang lebih luas, pada bulan Juli lalu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa setiap pangkalan yang digunakan untuk operasi militer terhadap wilayah Iran dianggap sebagai target sah. Pernyataan itu menambah tensi di wilayah Eropa, terutama setelah penggunaan RAF Fairford sebagai basis operasi serangan udara oleh AS. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran akan eskalasi ancaman terorisme lintas negara.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut bahwa pihak yang terlibat dalam rencana tersebut memiliki niat untuk menyebabkan kerusakan besar di pangkalan strategis tersebut. Namun, hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku atau motif pasti. Penyelidikan tetap berjalan secara terbuka dan independen, dengan fokus pada bukti fisik dan data intelijen yang dikumpulkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
MK Thailand mempertimbangkan gugatan atas legalitas pemilu Februari, dengan fokus pada keberadaan kode QR yang berpotensi mengancam kerahasiaan pemilih.
28 September 2026

Verifikasi Developer Android Wajib Mulai September 2026
Indonesia termasuk dalam daerah pelaksanaan aturan verifikasi developer Android yang berlaku 30 September 2026 untuk meningkatkan keamanan aplikasi.
28 September 2026

Jerome Polin Lamar Gracia di Tengah Keindahan Fuji
YouTuber Jerome Polin resmi melamar kekasihnya, Gracia Caroline, di lokasi ikonik Gunung Fuji dengan momen yang penuh makna dan romantis.
28 September 2026

Lima Pria Ditangkap Usai Diduga Rancang Serangan ke Pangkalan Militer AS
Lima orang ditahan polisi London atas dugaan rencana terorisme terhadap pangkalan udara militer AS di Inggris, yang kini menjadi sorotan setelah penggunaannya dalam operasi militer terhadap Iran.
28 September 2026
Berita Lainnya

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

