Potensi Mineral dan Migas Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan Papua
Seminar nasional oleh IA-ITB Papua dan Papua Barat tekankan penguatan investasi, SDM lokal, dan kolaborasi untuk maksimalkan manfaat sumber daya alam.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertemuan nasional yang digelar oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) wilayah Papua dan Papua Barat di Jakarta menyoroti pentingnya pendekatan terpadu dalam memanfaatkan potensi mineral dan minyak serta gas bumi (migas) di Tanah Papua. Acara yang berlangsung pada 21 Oktober ini menjadi wadah diskusi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat untuk membahas strategi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
Ketua IA-ITB Papua dan Papua Barat, Hengky Rumbino, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Papua tidak hanya ditentukan oleh volume produksi atau nilai investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat lokal turut serta dalam proses ekonomi. Ia menekankan perlunya perencanaan jangka panjang, dukungan kebijakan strategis, serta sinergi antar sektor guna menjamin bahwa manfaat dari sumber daya alam dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma, menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Ia mencontohkan peran PTFI dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung UMKM, memperkuat rantai pasok, serta berkontribusi terhadap pendapatan fiskal daerah dan nasional. Menurutnya, pengolahan dan hilirisasi mineral di dalam negeri merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah dan kemandirian industri nasional.
Forum juga menyoroti tantangan yang masih menghambat pengembangan, seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, ketersediaan energi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, diperlukan kepastian hukum, dukungan kebijakan yang mendukung investasi berkelanjutan, dan penguatan eksplorasi. Di sektor migas, perlu adanya penguatan produksi, pendukung infrastruktur, serta partisipasi Badan Usaha Milik Daerah melalui skema participating interest.
Pihak penyelenggara berharap hasil diskusi dapat dijadikan dasar kebijakan nyata yang mendukung pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan. Rekomendasi dari seminar diharapkan menjadi acuan dalam merancang kebijakan yang memastikan masyarakat Papua tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif berpartisipasi dalam ekonomi berbasis sumber daya alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

