Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Bercanda Soal Tepuk Tangan Keras untuk Sherly Tjoanda

Presiden Prabowo Subianto menanggapi antusiasme hadirin yang bersorak saat menyapa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam dua kesempatan berbeda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Bercanda Soal Tepuk Tangan Keras untuk Sherly Tjoanda📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel dan Ekspor Perdana Baterai EV di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranan atas respons riuh hadirin saat menyebut nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Ia bercanda bahwa tepuk tangan yang paling meriah justru datang dari sang gubernur, seolah-olah ia sedang merayakan kemenangan besar, meski pemilu masih jauh.

Kehadiran Prabowo dalam acara tersebut turut menarik perhatian massa yang hadir, termasuk para pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Saat menyapa Sherly Tjoanda, seluruh hadirin langsung merespons dengan sorak dan tepuk tangan yang meriah, membuat Presiden tersenyum dan menanggapi dengan candaan ringan. Ia menyebut reaksi itu seperti kemenangan dalam ajang penghargaan bergengsi.

Fenomena serupa terjadi sebelumnya pada Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Saat menyampaikan pidato dan menyebut nama Sherly Tjoanda, Prabowo kembali disambut sorakan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi. Gubernur Maluku Utara pun berdiri dengan senyum lebar, mendapat sambutan antusias dari ribuan hadirin yang hadir.

Peristiwa ini menunjukkan tingginya popularitas Sherly Tjoanda di kalangan masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Respons masyarakat yang begitu meriah menunjukkan pengakuan terhadap peran dan kehadirannya sebagai pemimpin daerah yang dekat dengan rakyat.

Prabowo pun mengambil kesempatan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah terdepan, termasuk melalui hilirisasi sumber daya alam seperti nikel. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya