Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Lantik Kabinet Baru, Diplomat Karier Pimpin Luar Negeri

Reshuffle besar-besaran di kabinet Prabowo menggantikan Menlu dan Kapolri, dengan diplomat berpengalaman dilantik sebagai Menlu dan petinggi BNN menjabat Kapolri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Prabowo Lantik Kabinet Baru, Diplomat Karier Pimpin Luar Negeri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat strategis dalam perombakan kabinet terbesar sejak masa kepemimpinannya. Dalam keputusan resmi, Arrmanatha Christiawan Nasir, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri, dianugerahi posisi Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Penggantian ini menandai pergeseran kebijakan luar negeri yang dinilai lebih berbasis profesionalisme diplomatik.

Perubahan juga terjadi di jajaran kepolisian, di mana Listyo Sigit Prabowo, yang menjabat Kapolri sejak era Presiden Joko Widodo, digantikan oleh Suyudi Ario Seto, kepala Badan Narkotika Nasional. Listyo kemudian dipindahkan ke jabatan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, menunjukkan pergeseran strategi di level eksekutif tingkat tinggi. Perombakan ini dilakukan berdasarkan dua keputusan presiden, yakni No. 104/P/2026 dan No. 105/P/2026, yang menetapkan pemberhentian dan pengangkatan sejumlah menteri serta pejabat negara.

Media asing, termasuk The Star, Channel News Asia, dan South China Morning Post, menyoroti pergantian kunci ini sebagai respons terhadap dinamika kebijakan luar negeri yang dianggap kurang konsisten. Pergantian Menlu dinilai sebagai langkah memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi internasional, terutama menyusul kontroversi terkait keikutsertaan Prabowo dalam Dewan Perdamaian yang didukung mantan Presiden AS Donald Trump.

Dalam laporan, analis kebijakan luar negeri dari BRIN, Dewi Fortuna Anwar, menyebut bahwa Arrmanatha Nasir, dengan latar belakang karier diplomatik yang panjang, diharapkan mampu menjalankan peran dengan lebih tegas dan independen. Perombakan ini melibatkan total 17 posisi penting, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Politik dan Keamanan, Ketua Ombudsman RI, serta Wakil Kapolri, menandai transformasi besar dalam struktur pemerintahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya