Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pramono Bantah Asap Karhutla Picu Polusi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta menegaskan kualitas udara buruk di ibu kota bukan akibat karhutla, melainkan faktor internal, dan pemerintah telah lakukan modifikasi cuaca untuk turunkan polusi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Pramono Bantah Asap Karhutla Picu Polusi Jakarta📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas menolak klaim bahwa penurunan kualitas udara di Jakarta disebabkan oleh asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain. Ia menegaskan bahwa tidak ada kontribusi signifikan dari fenomena karhutla terhadap kondisi atmosfer ibu kota saat ini. Meski kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat, Pramono menekankan bahwa penyebab utamanya berasal dari sumber lokal, bukan kiriman asap dari luar wilayah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipatif dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan. Kegiatan ini dilakukan di wilayah perbatasan Jakarta, khususnya di Bogor dan Tanggerang Selatan, karena awan-awan yang menjadi target penyemaian terdeteksi di kawasan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat membantu menurunkan partikel polutan di atmosfer ibu kota.

Pramono menegaskan bahwa meski situasi udara belum ideal, tidak ada indikasi bahwa kebakaran hutan di luar Jakarta menjadi penyebab utama. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat, terutama terkait penyebab polusi yang bisa menimbulkan kepanikan. Penjelasan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Dengan pendekatan berbasis data dan pengamatan lapangan, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kualitas udara secara real time dan mengambil kebijakan yang tepat. Upaya modifikasi cuaca menjadi salah satu strategi prioritas, selain penguatan pengawasan emisi dari sektor transportasi dan industri. Tujuannya, memastikan kesehatan warga tetap terjaga di tengah kondisi atmosfer yang dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya