Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Ditusuk di Tepi Barat, Diplomat Diserang Pemukim

Wali kota Prancis dianiaya pemukim Israel saat mendampingi petani zaitun, memicu protes keras dari pemerintah Prancis dan Belgia atas kekerasan yang menurutnya didukung kebijakan negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 141x dibuka
Prancis Ditusuk di Tepi Barat, Diplomat Diserang Pemukim📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang wali kota asal Prancis, Bernard Baudoux, berusia 78 tahun, menjadi korban kekerasan brutal di Tepi Barat saat mendampingi petani zaitun Palestina dalam kegiatan panen. Serangan terjadi pada Sabtu (17/10/2026), ketika ia bersama perwakilan tinggi Prancis dan Belgia serta beberapa diplomat Polandia sedang berada di lokasi. Menurut Baudoux, para pelaku yang mengenakan topeng menyerangnya secara fisik, termasuk menendang dan memukulnya dengan batang besi, sambil menghina negaranya. Ia sempat terjatuh di samping mobil sebelum aksi kekerasan berhenti.

Meski mengalami luka fisik, Baudoux tidak memerlukan perawatan medis intensif. Namun, ia menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap keberlangsungan kekerasan yang dinilainya sebagai bentuk toleransi dari pemerintah Israel. Ia menekankan bahwa masyarakat internasional harus menyadari kondisi yang dialami warga Palestina secara langsung, dan menegaskan bahwa dirinya akan kembali ke Prancis, sementara mereka yang paling menderita adalah penduduk lokal yang tinggal di wilayah konflik.

Respons dari Paris dan Brussel datang dengan tegas. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengecam tindakan tersebut sebagai kekerasan kriminal dan menuntut Israel segera menangkap pelaku. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi para diplomat yang menjalankan misi kemanusiaan. Belgia mengikuti langkah serupa, menyerukan investigasi independen atas insiden yang menimpa wakil negaranya. Kedua negara menekankan bahwa serangan terhadap diplomat adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.

Insiden ini terjadi setelah sehari sebelumnya seorang fotografer asal Amerika Serikat yang bekerja untuk The Washington Post juga menjadi korban serangan serupa. Ia mengalami patah tulang belakang dan saat ini dalam kondisi serius. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan menyesalkan kejadian tersebut dan mengaku akan membuka penyelidikan, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menyalahkan kampanye fitnah terhadap pemukim. Ia menekankan bahwa para diplomat seharusnya mengkoordinasikan perjalanan mereka dengan militer, sambil menyoroti latar belakang politik Baudoux sebagai tokoh komunis dan pendukung Palestina.

Netanyahu menegaskan agar semua pihak berhati-hati sebelum menyimpulkan penyebab kekerasan, menilai bahwa insiden ini bagian dari upaya menggoyahkan citra pemukim. Namun, tindakan yang dilakukan oleh Baudoux dan rombongan diplomat menunjukkan bahwa kehadiran internasional di Tepi Barat tetap menjadi benteng bagi hak asasi manusia dan kemanusiaan, meskipun menghadapi ancaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya