Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Perkuat Kendali di Perusahaan Nikel RI

Pemerintah Prancis siap naikkan kepemilikan di Eramet hingga 49% melalui suntikan modal Rp10 triliun untuk menstabilkan keuangan dan jaga keberlanjutan pasokan mineral strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
Prancis Perkuat Kendali di Perusahaan Nikel RI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Prancis berencana memperbesar porsi kepemilikannya di Eramet hingga mencapai 49% melalui penambahan modal senilai 500 juta euro, setara Rp10 triliun dengan asumsi kurs 20.000 per euro. Langkah ini dijadwalkan tuntas pada kuartal keempat tahun ini dan akan menjadikan negara sebagai pemegang saham dominan perusahaan tambang asal Eropa tersebut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan keuangan yang terus membebani Eramet dalam beberapa tahun terakhir.

Pembelian saham ini akan dilakukan secara langsung oleh pemerintah, termasuk membeli hak (rights) milik keluarga Duval, pemegang saham mayoritas sebelumnya dengan porsi 37%. Dengan demikian, posisi keluarga tersebut akan mengalami dilusi signifikan. Penawaran dari Paris dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan opsi dari investor asing lain, termasuk konsorsium kritis mineral yang didukung Amerika Serikat dan dana kekayaan negara Abu Dhabi, yang sempat menunjukkan minat tetapi dianggap kurang strategis.

Eramet, yang memiliki operasi utama di tambang Weda Bay di Halmahera Tengah, Maluku Utara bersama Tsingshan, mengalami tekanan berat akibat pemangkasan kuota ekspor nikel di Indonesia serta penurunan harga komoditas kunci seperti litium dan mangan. Perusahaan mencatatkan kerugian pada 2025 dan mulai melepas aset strategis. Krisis tata kelola juga sempat melanda perusahaan, termasuk pergantian CEO dan Direktur Keuangan dalam waktu singkat, sebelum Christel Bories kembali menjabat sebagai penanggung jawab sementara.

Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, menegaskan bahwa Eramet merupakan aset strategis bagi kepentingan nasional dan Eropa, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan baku kritis untuk industri energi bersih dan teknologi tinggi. Suntikan modal ini bukan hanya upaya penyelamatan finansial, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan industri Eropa terhadap dominasi pasar global, khususnya dari China.

Pemerintah Prancis menegaskan bahwa meski ada ruang bagi investor lain untuk masuk di tahap selanjutnya, peluang tersebut terbatas dalam jangka pendek setelah negara mengambil kendali mayoritas. Langkah ini terjadi di tengah percepatan upaya negara-negara Eropa dan Barat untuk mengamankan pasokan mineral strategis dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang didominasi oleh satu negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya