Prancis Perkuat Kendali di Perusahaan Nikel RI
Pemerintah Prancis siap naikkan kepemilikan di Eramet hingga 49% melalui suntikan modal Rp10 triliun untuk menstabilkan keuangan dan jaga keberlanjutan pasokan mineral strategis.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Prancis berencana memperbesar porsi kepemilikannya di Eramet hingga mencapai 49% melalui penambahan modal senilai 500 juta euro, setara Rp10 triliun dengan asumsi kurs 20.000 per euro. Langkah ini dijadwalkan tuntas pada kuartal keempat tahun ini dan akan menjadikan negara sebagai pemegang saham dominan perusahaan tambang asal Eropa tersebut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan keuangan yang terus membebani Eramet dalam beberapa tahun terakhir.
Pembelian saham ini akan dilakukan secara langsung oleh pemerintah, termasuk membeli hak (rights) milik keluarga Duval, pemegang saham mayoritas sebelumnya dengan porsi 37%. Dengan demikian, posisi keluarga tersebut akan mengalami dilusi signifikan. Penawaran dari Paris dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan opsi dari investor asing lain, termasuk konsorsium kritis mineral yang didukung Amerika Serikat dan dana kekayaan negara Abu Dhabi, yang sempat menunjukkan minat tetapi dianggap kurang strategis.
Eramet, yang memiliki operasi utama di tambang Weda Bay di Halmahera Tengah, Maluku Utara bersama Tsingshan, mengalami tekanan berat akibat pemangkasan kuota ekspor nikel di Indonesia serta penurunan harga komoditas kunci seperti litium dan mangan. Perusahaan mencatatkan kerugian pada 2025 dan mulai melepas aset strategis. Krisis tata kelola juga sempat melanda perusahaan, termasuk pergantian CEO dan Direktur Keuangan dalam waktu singkat, sebelum Christel Bories kembali menjabat sebagai penanggung jawab sementara.
Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, menegaskan bahwa Eramet merupakan aset strategis bagi kepentingan nasional dan Eropa, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan baku kritis untuk industri energi bersih dan teknologi tinggi. Suntikan modal ini bukan hanya upaya penyelamatan finansial, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan industri Eropa terhadap dominasi pasar global, khususnya dari China.
Pemerintah Prancis menegaskan bahwa meski ada ruang bagi investor lain untuk masuk di tahap selanjutnya, peluang tersebut terbatas dalam jangka pendek setelah negara mengambil kendali mayoritas. Langkah ini terjadi di tengah percepatan upaya negara-negara Eropa dan Barat untuk mengamankan pasokan mineral strategis dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang didominasi oleh satu negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

