Prancis Siap Perkuat Pertahanan Pelabuhan Yanbu Hadapi Ancaman Houthi
Prancis akan mengirimkan pasukan, radar, dan sistem pertahanan ke Pelabuhan Yanbu Arab Saudi untuk melindungi jalur ekspor minyak pasca-serangan Houthi, tanpa terlibat langsung dalam konflik.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Prancis memutuskan untuk memperkuat keamanan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah dengan mengirimkan pasukan militer, peralatan radar, serta sistem pertahanan udara. Keputusan ini diambil sebagai respons atas serangan yang merusak fasilitas pelabuhan penting tersebut, yang menjadi jalur utama ekspor minyak dari Arab Saudi. Langkah ini disampaikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron dalam sebuah wawancara, menegaskan komitmen Prancis dalam menjaga stabilitas energi global.
Macron menekankan bahwa kerusakan yang terjadi akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman telah mengancam kelancaran pasokan minyak global. Ia menjelaskan bahwa fasilitas di Yanbu merupakan kunci dalam pengiriman beberapa juta barel minyak setiap hari, sehingga perlindungan terhadap lokasi tersebut menjadi prioritas strategis. Pengerahan bantuan militer telah disetujui bersama pihak otoritas Arab Saudi, menunjukkan koordinasi erat antara kedua negara.
Meskipun mengirimkan peralatan militer, Macron dengan tegas menegaskan bahwa Prancis tidak berencana terlibat dalam konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk memastikan keamanan infrastruktur krusial, bukan melakukan intervensi militer aktif. Prancis menekankan pendekatan defensif, dengan fokus pada pemulihan dan penguatan sistem pertahanan di lokasi yang terancam.
Di samping upaya di Laut Merah, Prancis juga terus menjalankan diplomasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Negara ini berencana melakukan pembicaraan dengan Iran dan Oman guna menstabilkan lalu lintas maritim di kawasan yang kini menjadi titik rawan konflik. Di tingkat Eropa, Macron menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan keamanan, terutama terkait ancaman serangan tak berawak dari Rusia yang diklaim bisa menargetkan wilayah Eropa.
Ia membantah adanya informasi dari CIA mengenai ancaman serangan tersebut, menegaskan bahwa Prancis tidak menerima dugaan intelijen semacam itu dari AS. Namun, ia menyebut situasi di Eropa kini semakin mengkhawatirkan, dengan meningkatnya tindakan permusuhan dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Macron, Rusia kini memandang Eropa sebagai bagian dari strategi pertahanan Ukraina, yang memperkuat alasan mengapa keamanan benua ini harus tetap menjadi prioritas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Ikut Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Indonesia bersama 76 negara lainnya melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, menegaskan penolakan terhadap kekerasan dan pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina.
25 September 2026

China Perluas Layanan Lapor Diri Online untuk Turis
China meluncurkan aplikasi digital untuk pelaporan kedatangan wisatawan asing yang menginap di luar hotel, memudahkan proses administrasi tanpa perlu ke kantor polisi.
25 September 2026

Meta Perkenalkan Kacamata AI ke Pasar Indonesia
Kacamata pintar generasi terbaru dari Meta, termasuk Ray-Ban Audio AI dan Gen 3, dipastikan akan hadir di Indonesia akhir tahun ini dengan fitur audio canggih dan dukungan AI berbasis asisten virtual.
25 September 2026

Anak 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Persetubuhan di Pasar Rebo
Polres Metro Jakarta Timur menangani kasus dugaan persetubuhan terhadap anak perempuan 14 tahun dengan pendampingan psikolog dan penanganan hukum sesuai UU KUHP.
25 September 2026
Berita Lainnya

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

