Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Siap Perkuat Pertahanan Pelabuhan Yanbu Hadapi Ancaman Houthi

Prancis akan mengirimkan pasukan, radar, dan sistem pertahanan ke Pelabuhan Yanbu Arab Saudi untuk melindungi jalur ekspor minyak pasca-serangan Houthi, tanpa terlibat langsung dalam konflik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Prancis Siap Perkuat Pertahanan Pelabuhan Yanbu Hadapi Ancaman Houthi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Prancis memutuskan untuk memperkuat keamanan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah dengan mengirimkan pasukan militer, peralatan radar, serta sistem pertahanan udara. Keputusan ini diambil sebagai respons atas serangan yang merusak fasilitas pelabuhan penting tersebut, yang menjadi jalur utama ekspor minyak dari Arab Saudi. Langkah ini disampaikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron dalam sebuah wawancara, menegaskan komitmen Prancis dalam menjaga stabilitas energi global.

Macron menekankan bahwa kerusakan yang terjadi akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman telah mengancam kelancaran pasokan minyak global. Ia menjelaskan bahwa fasilitas di Yanbu merupakan kunci dalam pengiriman beberapa juta barel minyak setiap hari, sehingga perlindungan terhadap lokasi tersebut menjadi prioritas strategis. Pengerahan bantuan militer telah disetujui bersama pihak otoritas Arab Saudi, menunjukkan koordinasi erat antara kedua negara.

Meskipun mengirimkan peralatan militer, Macron dengan tegas menegaskan bahwa Prancis tidak berencana terlibat dalam konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk memastikan keamanan infrastruktur krusial, bukan melakukan intervensi militer aktif. Prancis menekankan pendekatan defensif, dengan fokus pada pemulihan dan penguatan sistem pertahanan di lokasi yang terancam.

Di samping upaya di Laut Merah, Prancis juga terus menjalankan diplomasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Negara ini berencana melakukan pembicaraan dengan Iran dan Oman guna menstabilkan lalu lintas maritim di kawasan yang kini menjadi titik rawan konflik. Di tingkat Eropa, Macron menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan keamanan, terutama terkait ancaman serangan tak berawak dari Rusia yang diklaim bisa menargetkan wilayah Eropa.

Ia membantah adanya informasi dari CIA mengenai ancaman serangan tersebut, menegaskan bahwa Prancis tidak menerima dugaan intelijen semacam itu dari AS. Namun, ia menyebut situasi di Eropa kini semakin mengkhawatirkan, dengan meningkatnya tindakan permusuhan dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Macron, Rusia kini memandang Eropa sebagai bagian dari strategi pertahanan Ukraina, yang memperkuat alasan mengapa keamanan benua ini harus tetap menjadi prioritas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya