Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026

Empat tim mantan juara dunia bersaing di semifinal Piala Dunia 2026, dengan Prancis dan Spanyol bertanding Rabu, 15 Juli, diikuti Inggris vs Argentina, Kamis, 16 Juli.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Empat wakil terbaik dunia bersiap memperebutkan tiket ke final Piala Dunia 2026, semuanya merupakan juara dunia sebelumnya. Pertandingan semifinal berlangsung dalam dua hari, dimulai dengan laga Prancis kontra Spanyol pada 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, disusul pertemuan antara Inggris dan Argentina pada hari berikutnya. Kemenangan di dua laga ini akan mengantarkan tim ke partai puncak, sementara dua tim kalah akan saling berhadapan untuk menentukan posisi ketiga.

Prancis, dua kali juara dunia pada 1998 dan 2018, menunjukkan dominasi sepanjang turnamen dengan tak pernah kalah dalam enam pertandingan, termasuk tiga clean sheet di babak gugur. Tim asuhan Didier Deschamps mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua gol, dengan Kylian Mbappe menjadi bintang utama lewat delapan gol dan tiga assist. Ia menjadi satu-satunya pemain sejak 2002 yang bersama rekan setimnya mencatat minimal lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Spanyol, juara dunia 2010, kembali menembus semifinal setelah absen selama 16 tahun. Mereka memenangi lima laga beruntun setelah hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Dominasi penguasaan bola menjadi ciri khas permainan La Roja, yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak dengan empat gol dan satu assist, sementara Mikel Merino berperan krusial sebagai pemain pengganti yang mencetak gol kemenangan. Namun, efisiensi finishing masih jadi tantangan, karena beberapa kemenangan diraih dengan selisih satu gol meski unggul dalam penguasaan bola.

Inggris tampil sebagai salah satu tim paling tangguh, mencapai semifinal untuk keempat kalinya sejak 1966. Tim asuhan Thomas Tuchel berhasil mempertahankan keunggulan meski bermain dengan 10 pemain melawan Meksiko dan menang melalui perpanjangan waktu atas Norwegia. Jude Bellingham menjadi top scorer dengan enam gol, menyamai Harry Kane. Kekuatan mental menjadi andalan, terbukti dari kemampuan bangkit dari ketertinggalan. Namun, pertahanan yang kerap kebobolan dan kurang konsistensi dalam permainan menjadi catatan penting.

Argentina, juara bertahan, berusaha mempertahankan gelar yang belum pernah terulang sejak Brasil 1958–1962. Mereka belum pernah kalah dalam turnamen ini, dengan dua kemenangan diraih melalui perpanjangan waktu. Lionel Messi, pada penampilan keenamnya, mencatat delapan gol—sama jumlah Mbappe—dan menjadi pusat permainan tim. Argentina menjadi tim paling produktif dengan 17 gol, namun lini belakang masih rentan, terbukti dari lima gol yang kebobolan di fase gugur dan dua pertandingan yang harus berlanjut ke perpanjangan waktu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya