Prancis Uji Rudal Nuklir, Rusia Tanggap dengan Siaga Penuh
Uji coba rudal balistik M51.3 oleh Prancis memicu respons tegas dari Rusia yang menaikkan siaga militer dan menekankan pentingnya dialog daripada provokasi militer.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Militer Prancis berhasil melaksanakan uji coba peluncuran rudal balistik M51.3 dari kapal selam di Samudra Atlantik tanpa hulu ledak, dengan titik jatuh berada di wilayah Atlantik Utara, jauh dari garis pantai. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa dan disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron, yang menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk penegasan kredibilitas strategi pencegahan nuklir negaranya. Ia menekankan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk diterima di mana pun, sebagai bentuk peringatan terhadap ancaman potensial di masa depan.
Kementerian Luar Negeri Rusia merespons dengan keprihatinan tinggi. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai peluncuran tersebut sebagai tindakan provokatif yang menunjukkan kecenderungan konfrontatif dari Barat. Ia menekankan bahwa isu-isu keamanan harus diselesaikan melalui diplomasi, bukan melalui demonstrasi militer yang memperkeruh suasana. Peskov menyoroti bahwa Eropa tengah terjebak dalam narasi keamanan yang dibangun melalui konfrontasi dengan Rusia, yang menurutnya merupakan jalan buntu menurut sejarah.
Rusia menyatakan siaga penuh sebagai respons atas dinamika militer yang semakin memanas, khususnya terkait rencana penempatan senjata nuklir di wilayah Eropa Timur. Meskipun Lithuania belum menyetujui skema pencegahan maju Prancis, Menteri Pertahanan Robertas Kaunas telah menyatakan minat untuk mengakomodasi senjata nuklir Amerika di wilayahnya. Langkah ini menambah ketegangan, seiring dengan upaya Prancis memperluas dan modernisasi arsenik nuklirnya.
Pada 2026, Prancis menargetkan pengeluaran sebesar US$ 8,3 miliar (Rp 147,74 triliun) untuk program pencegahan nuklir, termasuk pendanaan untuk kolaborasi militer dengan sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Swedia, dan Polandia. Dalam skema tersebut, senjata nuklir Prancis berpotensi ditempatkan sementara di negara-negara tersebut selama latihan gabungan. Sementara itu, Prancis tetap menjadi satu-satunya anggota NATO yang memiliki kekuatan nuklir independen, selain Amerika Serikat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

3 Tahun Agresi Gaza, Mamdani Soroti Peran AS dalam Krisis Kemanusiaan
Wali Kota New York menyerukan aksi global menolak pendudukan dan apartheid, sambil menekankan keterlibatan AS dalam pasokan senjata yang memperparah genosida di Gaza.
8 Oktober 2026

Patung Emas Trump Telanjang Dipamerkan di Parlemen Eropa
Patung emas Donald Trump telanjang dipajang di Strasbourg sebagai kritik satir terhadap kebijakan iklim dan luar negeri mantan presiden AS.
8 Oktober 2026

Siswa Prancis Aksi Massal, Dorong Perbaikan Sekolah
Ratusan ribu pelajar, guru, dan orang tua di 13 kota Prancis turun ke jalan menuntut perbaikan fasilitas pendidikan, memicu demonstrasi terbesar sejak dua pekan lalu.
8 Oktober 2026

October Matsuri Sajikan Pengalaman Jepang di Pluit
Rangkaian acara bertema Jepang digelar di Pluit sebagai bagian dari ulang tahun ke-14 hotel, menawarkan kuliner, aktivitas keluarga, dan showcase pernikahan.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dipenjara, Ditempatkan di Sel Khusus
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.22 WITA

Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

KPK Periksa Pejabat Terkait Proyek Jalan di Sumut
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

Hery Susanto Bantah Terima Uang dalam Kasus Tambang Nikel
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

BEI Perketat Syarat IPO untuk Jaga Kualitas Emite
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

MAMI Perkuat Kredibilitas dengan 6 Penghargaan Internasional
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Pengendara Motor Diminta Patuhi Jalur Aman di Kolong Flyover Pesing
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

