Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Uji Rudal Nuklir, Rusia Tanggap dengan Siaga Penuh

Uji coba rudal balistik M51.3 oleh Prancis memicu respons tegas dari Rusia yang menaikkan siaga militer dan menekankan pentingnya dialog daripada provokasi militer.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prancis Uji Rudal Nuklir, Rusia Tanggap dengan Siaga Penuh📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Militer Prancis berhasil melaksanakan uji coba peluncuran rudal balistik M51.3 dari kapal selam di Samudra Atlantik tanpa hulu ledak, dengan titik jatuh berada di wilayah Atlantik Utara, jauh dari garis pantai. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa dan disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron, yang menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk penegasan kredibilitas strategi pencegahan nuklir negaranya. Ia menekankan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk diterima di mana pun, sebagai bentuk peringatan terhadap ancaman potensial di masa depan.

Kementerian Luar Negeri Rusia merespons dengan keprihatinan tinggi. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai peluncuran tersebut sebagai tindakan provokatif yang menunjukkan kecenderungan konfrontatif dari Barat. Ia menekankan bahwa isu-isu keamanan harus diselesaikan melalui diplomasi, bukan melalui demonstrasi militer yang memperkeruh suasana. Peskov menyoroti bahwa Eropa tengah terjebak dalam narasi keamanan yang dibangun melalui konfrontasi dengan Rusia, yang menurutnya merupakan jalan buntu menurut sejarah.

Rusia menyatakan siaga penuh sebagai respons atas dinamika militer yang semakin memanas, khususnya terkait rencana penempatan senjata nuklir di wilayah Eropa Timur. Meskipun Lithuania belum menyetujui skema pencegahan maju Prancis, Menteri Pertahanan Robertas Kaunas telah menyatakan minat untuk mengakomodasi senjata nuklir Amerika di wilayahnya. Langkah ini menambah ketegangan, seiring dengan upaya Prancis memperluas dan modernisasi arsenik nuklirnya.

Pada 2026, Prancis menargetkan pengeluaran sebesar US$ 8,3 miliar (Rp 147,74 triliun) untuk program pencegahan nuklir, termasuk pendanaan untuk kolaborasi militer dengan sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Swedia, dan Polandia. Dalam skema tersebut, senjata nuklir Prancis berpotensi ditempatkan sementara di negara-negara tersebut selama latihan gabungan. Sementara itu, Prancis tetap menjadi satu-satunya anggota NATO yang memiliki kekuatan nuklir independen, selain Amerika Serikat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya