Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Nigeria Hadapi Tuduhan Ijazah Palsu, Dokumen Pengadilan Buka Fakta

Pengadilan AS meminta Chicago State University mengungkap catatan pendidikan Tinubu, yang menjadi sorotan setelah oposisi menuduhnya memalsukan ijazah kelulusan tahun 1979.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Presiden Nigeria Hadapi Tuduhan Ijazah Palsu, Dokumen Pengadilan Buka Fakta📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Nigeria Bola Tinubu kembali menjadi sorotan akibat tuduhan memalsukan ijazah kelulusan dari Chicago State University (CSU) pada 1979. Tudingan ini muncul dari lawan politiknya, Atiku Abubakar, yang menolak hasil pemilu 2023 dan menuntut bukti autentik dari institusi pendidikan tersebut. Abubakar menilai tidak ada dokumen resmi yang mendukung klaim Tinubu sebagai lulusan CSU, sehingga memicu upaya hukum lintas negara.

Pada akhir September 2023, pengadilan Amerika Serikat mengeluarkan perintah kepada CSU untuk menyerahkan dokumen pendidikan Tinubu dalam waktu 48 jam. Respons cepat kampus tersebut mengungkapkan catatan resmi yang mencatat Tinubu menempuh studi dari Agustus 1977 hingga Juni 1979, dengan jurusan akuntansi. Dalam dokumen tersebut juga tercantum surat resmi dari 27 Juni 2022 yang menyatakan ia lulus dengan gelar Sarjana Sains Administrasi Bisnis, cumlaude.

Namun, temuan penting muncul dari salinan sertifikat yang dikeluarkan untuk pihak lain pada periode yang sama, menimbulkan kecurigaan terhadap integritas dokumen. Abubakar memanfaatkan dokumen-dokumen ini sebagai bukti pendukung permohonan banding di pengadilan Nigeria, dengan tujuan meninjau ulang hasil pemilu yang dianggap tidak sah. Ia menekankan perlunya transparansi dalam dokumen akademik yang menjadi bagian dari kelayakan calon pemimpin.

Tinubu menolak tuntutan tersebut, menyatakan permintaan dokumen pribadi itu mengganggu hak privasi dan tidak berdasar. Ia menilai upaya penyelidikan oleh tim hukum Abubakar berpotensi menyalahgunakan akses terhadap data rahasia. Meski demikian, hasil pemeriksaan oleh lembaga verifikasi fakta internasional menegaskan tidak ditemukan bukti bahwa Tinubu memalsukan ijazahnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya