Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati

Douglas Stewart Carter, yang divonis mati karena pembunuhan di Utah 1985, dibebaskan dengan jaminan setelah bukti DNA baru menunjukkan tidak adanya kaitan genetik dengan kejahatan tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria berusia 71 tahun yang telah menjalani hukuman penjara sejak 1985 akhirnya diberikan kebebasan sementara dengan jaminan setelah hampir empat dekade menanti eksekusi. Keputusan ini diambil setelah hasil analisis DNA terbaru menunjukkan bahwa sampel genetik yang ditemukan di gagang pintu dan pegangan pisau tidak cocok dengan Carter. Keputusan ini menjadi bukti penting dalam upaya memperbaiki keadilan setelah lebih dari empat puluh tahun proses hukum yang dipertanyakan.

Carter, yang berasal dari Chicago, pernah dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Eva Olesen, seorang wanita yang ditemukan tewas dengan luka tusukan dan tembakan di rumahnya di Provo, Utah, pada Februari 1985. Ia menyatakan sejak awal tidak bersalah dan menegaskan bahwa pengakuan tertulis yang ditandatangani saat pemeriksaan dilakukan secara paksa. Ia juga menilai bahwa penyidik menekan dirinya, terutama setelah melarikan diri dari Utah dan ditangkap di Nashville, Tennessee.

Pengadilan sebelumnya memvonis Carter berdasarkan pengakuan tertulis dan kesaksian dua saksi yang kemudian mengaku telah diberi uang dan ancaman oleh polisi untuk bersaksi melawan dirinya. Pada 2011, kedua saksi itu mengungkapkan bahwa mereka diminta berbohong dan diancam akan dideportasi jika tidak mengikuti arahan. Mahkamah Agung Utah kemudian memerintahkan persidangan ulang setelah menemukan adanya pelanggaran prosedur, termasuk penyembunyian bukti yang mengarah pada suami korban, Orla Olesen, yang meninggal pada 2009.

Meskipun keluarga korban menyatakan keberatan terhadap pembebasan sementara Carter, hakim tetap memutuskan bahwa kehadiran bukti genetik yang menolak keterlibatannya harus menjadi pertimbangan utama. Carter kini diwajibkan mengenakan alat pemantau GPS selama masa pembebasan jaminan. Pengacara pembela, Neal Hamilton, menekankan bahwa jika keadilan dilaksanakan tepat waktu, Carter tidak akan pernah dihukum mati tanpa bukti yang sah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya