Pro-Palestina Siap Gelar Aksi di Konser Ed Sheeran
Unjuk rasa pro-Palestina dipersiapkan menyusul penolakan rapper Macklemore, dengan fokus pada kritik terhadap sensor dan kebijakan venue milik Robert Kraft.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aksi demonstrasi besar diperkirakan menyambut konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada Sabtu (26/9), menandai eskalasi solidaritas internasional terhadap isu Palestina. Aksi ini, yang digerakkan oleh Massachusetts Peace Action (MAPA), bertujuan menolak praktik sensor yang dilakukan pihak pengelola acara, terutama setelah pencoretan rapper Macklemore dari tur akibat seruan "Free Palestine" di panggung MetLife Stadium awal September 2026. Organisasi tersebut menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes terhadap satu musisi, melainkan perlawanan terhadap dominasi kekuasaan miliarder yang memengaruhi ruang ekspresi seni.
Kontroversi tersebut memicu gelombang penolakan dari sejumlah musisi pembuka, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, yang secara sukarela mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas. Keputusan ini menunjukkan ketegangan yang mendalam antara kebebasan berekspresi dan kendali atas ruang pertunjukan oleh pemilik venue yang dikenal memiliki latar belakang politik tertentu. Aksi unjuk rasa di Philadelphia pekan lalu telah menjadi tanda awal dari gelombang protes yang kini diproyeksikan lebih besar di lokasi konser berikutnya.
Ed Sheeran sendiri menyampaikan pernyataan terbuka dalam penampilan solo di Philadelphia pada Sabtu (21/9), menggambarkan situasi terakhir sebagai waktu paling sulit dalam hidupnya. Ia menyentuh isu 7 Oktober 2023 dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakmampuannya menghindari keterlibatan dalam dinamika politik yang memicu perpecahan. Dalam pidatonya, ia menyindir praktik seleksi materi yang dilakukan pengelola venue, menyoroti kekhawatiran terhadap pembatasan kebebasan berpendapat dalam konteks seni.
Penyanyi asal Inggris itu menekankan bahwa kepedihan terbesarnya bukan hanya atas konflik yang terjadi, tetapi atas hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak, dalam bentuk kehancuran sistemik di Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa ketidakadilan yang terjadi tidak bisa dibiarkan begitu saja, sambil menegaskan bahwa keberadaannya di panggung bukan bentuk dukungan, melainkan ajakan refleksi kolektif terhadap kemanusiaan dan hak asasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Amanda Lear Tuding Miley Cyrus Plagiat Lagu Klasik 1978
Penyanyi Prancis Amanda Lear menuntut pengakuan atas dugaan plagiat lagu Redlights Miley Cyrus yang dinilainya mirip karyanya The Sphinx dari 1978.
23 September 2026

Ella Langley Pecahkan Rekor Lagu Paling Lama di Puncak Billboard
Lagu "Choosin' Texas" Ella Langley resmi menjadi lagu terlama di puncak Billboard Hot 100 dengan 23 minggu, mengalahkan rekor Mariah Carey.
23 September 2026

Ed Sheeran Terpukul Ditinggal Keluarga dan Teman Imbas Isu Politik di Tur
Penyanyi Ed Sheeran mengungkapkan pengalaman emosional saat merasa ditinggalkan keluarga dan teman dekat akibat kontroversi terkait pemecatan Macklemore dari tur, namun tetap tampil untuk 50 ribu penonton.
23 September 2026

Taylor Swift Umumkan Rilis Lagu Baru "Patient Zero
Taylor Swift mengumumkan rilis single terbarunya, "Patient Zero", pada 25 September, disertai pre-order terbatas dan edisi fisik eksklusif.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

